Kesehatan

8 Hal yang Sering Dilakukan Ini Ternyata Merusak Kesehatan Otak

Diperbarui 24 Desember 2022

8 Hal yang Sering Dilakukan Ini Ternyata Merusak Kesehatan Otak
Daftar Isi
  1. Cara Cepat Merusak Otak
    1. Melewatkan Sarapan
    2. Sering Begadang
    3. Selalu Sendiri
    4. Jarang Olahraga

Selalu Sendiri
Kebiasaan yang merusak otak

Rusak Otak – Dalam keadaan sepi, siang ini saya terpikir untuk mencari hal-hal yang bermanfaat. Baca-baca artikel sana-sini, buka ini buka itu. Setidaknya saya menemukan sesuatu untuk mempercepat proses penyembuhan tulang rusuk saya yang retak.

Ya, retak karena terbentur tembok bak di kamar mandi. Jika berbicara rasa, duh gak bisa berkata-kata. Saya sempat kesulitan bernafas karena menahan rasa sakit. Hiks.

Beruntung setelah di cek kondisinya memar dan tidak terlalu parah. Begitu kata dokter yang memeriksa. Padahal yang saya rasa sangat ngilu dan bila ditekan rada-rada bergerak krek-krek begitu. Ya, semoga aja dokternya benar. Amin!

Lama mencari, saya menemukan sesuatu mengenai otak. Eits tunggu bukannya tadi nyari tentang tulang rusuk dan penyembuhannya?

Ya udah ga jadi, saya bahas otak saja bisik sesuatu di hati. Saya menemukan beberapa cara cepat merusak otak yang sering saya lakukan. Nah loh?

Cara Cepat Merusak Otak

Seperti yang dipelajari dari SD hingga Perguruan Tinggi. Tentu Anda setuju bahwa otak adalah organ tubuh paling penting.

Selain terletak di bagian tubuh paling atas (tengkorak). Otak juga merupakan organ kompleks yang mengatur organ penting lainnya.

Seperti mengatur detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan, hormon, mood dan suhu tubuh manusia.

Selain itu, otak juga memiliki peran penting dalam memberikan perintah terhadap gerakan, emosi, kemampuan mengolah pelajaran, mengingat dan lain sebagainya.

Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan sehari-hari justru menjadi salah satu cara cepat merusak otak.

Lalu apa saja cara cepat merusak otak tersebut? Yuk cek secara seksama ulasan singkat di bawah ini sampai selesai ya.

Melewatkan Sarapan

Kadangkala sengaja atau tidak sengaja sebagai orang Indonesia. Saya atau bahkan teman-teman seringkali melewatkan ritual sarapan di awal hari. Padahal Indonesia adalah negara yang bentuk sarapannya memiliki ragam terbanyak.

Orang yang melewatkan sarapan di pagi hari, bisa menyebabkan kadar gula darahnya menurun. Artinya, kebiasaan tersebut dapat mengurangi suplai energi ke otak.

Beberapa studi di Jepang menyebutkan bahwa melewatkan sarapan di pagi hari dapat meningkatkan resiko terkena stroke lebih tinggi dari mereka yang memilih sarapan pagi sebelum beraktivitas.

Sering Begadang

Ini adalah cara cepat merusak otak yang sering saya lakukan. Bahkan saya sendiri sudah menjadikan begadang sebagai kebiasaan rutin setiap harinya.

Usut punya usut kebiasaan ini menyebabkan masalah baru. Sebut saja kantuk di siang hari, depresi dan masalah ingatan.

Faktanya kebiasaan begadang dapat berpengaruh pada bagian otak yang dikenal sebagai hippocampus. Di mana bagian ini berperan erat dalam mengingat informasi baru dan mengaitkannya dengan emosi.

Untungnya bagi saya, saya jadi lupa kalau sedang sangat merindukan seseorang. Berharap kepedulian dari seseorang dan berharap pengertian dari seseorang yang sama-sama memiliki kebiasaan begadang.

Ya bisa jadi itu menjadi penyebab ia lupa dan jadi tidak peduli dengan saya. Mungkin karena kebiasaannya begadang membuat ia lupa kalau saya merindukannya. Ah sudahlah ternyata otaknya bermasalah sama seperti saya hahaha.

Selalu Sendiri

Kadang kalau boleh jujur, sakit juga menulis artikel yang isinya menyindir diri sendiri. Kebiasaan saya yang satu ini ternyata juga merupakan cara cepat merusak otak.

Menurutnya (Ahli), kurang berteman dan mengucilkan diri bisa membuat seseorang depresi dan merasakan kecemasan. Sebut mereka lagi, kesepian dapat meningkatkan demensia otak dan penurunan kemampuan kognitif.

Itu terjadi karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, butuh berinteraksi agar pikiran terangsang dan membuat seseorang bahagia.

Padahal mah ya, saya malah bahagia saat sendiri. Bisa ngomong-ngomong sendiri, nulis, ngonten ga jelas dan mikirin orang yang sering begadang tadi. Hihihi.

Jarang Olahraga

Menurut penelitian, olahraga membuat tubuh lebih mudah digerakkan serta meningkatkan mobilitas.

Artinya jika Anda jarang olahraga itu bisa menyebabkan kekakuan sendi, mengurangi mobilitas atau keterampilan motorik lainnya.

Olahraga membantu Anda terlihat lebih muda karena membantu melepaskan hormon bahagia yang disebut endorfin. Padahal yang membuat bahagia itu endorse yang bernominal gede ya haha.

Selain itu olahraga juga membantu kesehatan jantung dan paru-paru serta bagian tubuh lainnya.

Saya sendiri memilih olahraga ringan menggunakan jari. Selain gampang, mudah dan cepat. Olahraga seperti ini juga memberikan efek instan komplit lega, bahagia dan menyesal haha.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *