Setahun Sudah, Apa Kabarmu di Sana?



Ini bukan fot spam terakhir

Hai sekarang adalah hari ke-15 di bulan Agustus. Artinya sebulan 5 hari lagi tepat 366 hari kepergianmu. Aku menulis ini hanya untuk melepaskan kerinduan yang tidak pernah memudar. Bayangkan, sudah hampir satu tahun sejak kejadian malam itu aku masih saja berharap ada spam chat di pagi hari darimu. 

Kali ini pun aku tidak tahu mau menulis apa, mau mengungkapkan apa? Kadang ingin cerita kebahagiaan di sini, kadang ingin menulis sendu juga di sini. Yang ingin aku lakukan sekarang hanya mengetik dan terus mengetik biar rasa sakit ini sedikit menghilang.

Kadang tangis muncul tiba-tiba sesak dan menyesak di dada. Saat rindunya menyapa bagian terdalam. Rasanya rapuh banget saaat semuanya tentang ia. Tadi malam ia datang dalam tidur berupa mimpi, namun ada yang aneh yang  membuat aku cukup bersedih. Ia hanya dia  menatap dikejauhan tanpa ekpresi. Ia hanya tersenyum saat mimpi itu usai.

Aku hanya bingung tidak tahu apa yang akan ditulis di sini. Yang ada hanya sepi dan kesedihan yang amat dalam yang membuat aku tidak bisa berkata bahwa aku mencintainya dengan begitu sangat. 

Ah sudahlah apakah aku sangat merindu hingga yang ada hanya dirinya dan bayang bayang semu yang membuat aku menggugu begitu dalam.

Malam ini aku hanya bisa menuliskan apa yang bisa kuingat dari mimpi mimpi semalam. Ia begitu indah dengan pakaian terbaiknya. Seperti biasa ia datang dengan teman se kostnya. Apa yang terjadi sebenarnya apakah aku yang terlalu rindu atau ah sudahlah. 

Rindu yang semakin kejam menusuk di hati, jangan pernah melupakan apa yang pernah aku lakukan. karena yang ada hanyalah sesuatu yang tidak bisa kulakukan. 

Tujuh Belas Januari Dua Ribu 26

Tulisan ini adalah daraft di bulan Agustus tahun lalu. Mau dipublish atau gak, masih ragu. Hingga akhirnya aku memilih menerbitkannya hari ini.

Maafkan jika aku masih berputar-putar tentang ia dan ia. Bukan berarti ga ikhlas. Aku adalah sosok hancur yang terus mencoba ikhlas. Meski seperti yang kutuliskan di atas. Bayangnya selalu ada. Tawanya yangbselalu terngiang di benak. 

Afriant Ishaq
Afriant Ishaq A male blogger who is afraid of heights and always faints when sees blood. But once active as an HIV AIDS counselor, and an announcer on a radio.

Posting Komentar untuk "Setahun Sudah, Apa Kabarmu di Sana?"