cLNxsGUWkArrLhwVBfe6eO4P8vRLtY53cHInnzfr
Bookmark

Phobia, Ketakutan Berlebih Yang Termasuk Gangguan Mental

Phobia – Jika dipikir-pikir saya sendiri termasuk human yang cukup aneh. Kenapa aneh? Ya, karena saya memiliki banyak keanehan jika dibandingkan dengan human lain yamg berserakan di muka bumi.

Pasalnya, saya memiliki keanehan luar bisa anehnya dan benar-benar aneh di hadapan orang lain. Apa saja kenehan saya? Atau tepatnya phobia atau ketakutan saya secara umum yang berhasil saya sadari sampai sekarang.

Ketakutan Yang Saya Alami

Sebagai manusia biasa, saya termasuk orang memiliki ketakutan dan phobia yang luar biasa dan cukup banyak. Sedikit aneh memang, tapi begitulah kenyataanya. Apa saja yang saya takuti?

Takut Anak Kucing

Phobia Kucing
Kucing, pixabay

Tepatnya bukan takut, tapi terlebih ke geli yang berlebihan. Terutama anak kucing yang baru lahir dan masih baby banget.

Disaat human lain di dunia ini sangat suka dan teramat sukanya melihat dan menggendong anak kucing. Saya justru malah kabur dan geli yang teramat sangat bila melihat anak kucing.

Anehnya jika kucing tersebut sudah menginjak usia baligh. Saya tidak terlalu geli bila melihatnya. Saya akan bersikap biasa saja asalkan kucing tersebut tidak mengendus-ngendus di balik sarung yang saya kenakan.

Takut Darah

Sedikit menjijikkan tapi itulah saya. Saya akan langsung mabuk lebih tepatnya pingsan duluan melihat darah. Bahkan darah saya sendiri. Sungguh phobia darahbsangat menyiksa.

Pernah satu kali kejadian saya malah dibopong rame-rame oleh Ibu, dan kakak saya. Waktu itu saya ikut membantu memperbaiki jendela. Entah karena memang saya bukan tukang pro, saya justru memukul kaca jendela. Alhasil hancur berkepinglah kaca jendela tersebut seperti hancurnya hatiku sekarang. Wkwkw

Nahasnya pecahan kaca jatuh dan mengenai kaki saya. Kontan saja darah segar mengalir dari kaki, alhamdulillah tak banyak. Hanya saja saya langsung mencium bau darah dan tak sengaja melihat darah mengalir di kaki saya.

Semua langsung gelap dan saya hanya mendengar sayup-suara dan derap kaki seperti berlari dari kakak saya. Seperti di film thriller, dan saya hilang. Hhh

Setelah siuman, saya malunya minta ampun meski ibu dan saudara saya sebenarnya sudah tahu saya mabuk darah. Mereka ketawa ketiwi menceritakan kejadian yang baru saya alami. Dan tahukah Anda bahwa sobek di kaki saya hanya sedikit.

Mabuk Bau Durian

Phobia Durian
Menurut mereka ini surga, tidak buat saya. Pixabay

Phobia/mabuk durian atau tepatnya langsung mual dengan bau durian. Di saat mereka berbahagia akan datangnya musim durian. Saya justru menjadikan musim tersebut mala petaka.

Saya harus siap siaga dengan masker. Dulu sebelum pandemi dan belum terlalu kenal dengan masker medis. Saya lebih memilih menggunakan masker motor saat lewat di jalur penjual buah musiman ini. Tak hayal, tatapan curiga mengiringi setiap gerak gerik saya.

Sekarang sudah terbiasa dengan masker medis. Jadi alhamdulillah sudah tidak dicurigai lagi. Sayangnya, saya harus menambahkan tisu buat menetralisir bau nikmat surga dari durian saat menggunakan masker medis.

Takut Ketinggian

Phobia atau ketakutan yang satu ini, lebih banyak disebabkan oleh trauma. Saya pernah jatuh diketinggian. Pengalaman buruk ini membuat saya cidera dan mengalami sakit dan meninggalkan trauma.

Takut Badut

Bagi sebagian orang badut mungkin hal yang sangat lucu dan menggemaskan. Namun bagi saya badut adalah sesuatu yang mengerikan.

Tidak semua badut saya takuti. Badut yang membuat saya bergidik hanyalah badut dengan dandanan aneh. Jika dandanan badut tersebut biasa saja. Sayapun akan biasa saja.

Apa Yang Saya Lakukan Saat Seperti Itu?

Saya berusaha mencari artikel mengenai hal aneh yang saya alami termasuk artikel tentang phobia. Salah satunya dengan belajar gangguan kecemasaan dan kejiwaan. Sebut saja Axietuly Disorder misalnya. Apakah keanehan saya termasuk ke dalam kategori Anxiety? Mari cari tahu.

Apakah Ketakutan Saya Merupakan Gangguan Mental?

Jika merunut apa yang saya alami. Mungkin ketakutan atau phobia saya termasuk pada gangguan mental atau biasa dikenal dengan mental illnes. Khusus gangguan mental yang saya alami dikategorikan sebagai gangguan kecemasan berlebih Anxiety Disorder. Menghindari kesalahpahaman akan pengertian gangguan mental Anxiety Disorder, mari simak ulasan berikut ini.

Apa Itu Anxiety Disorder?

Buat yang belum tahu apa itu Anxiety Disorder berikut saya jelaskan sedikit. Anxiety Disorder adalah suatu kondisi di mana seseorang merasakan kecemasan yang berlebihan dan berlangsung secara terus menerus sehingga dapat membuat penderitanya merasa kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jenis Anxiety Disorder

Gangguan kecemasan juga terbagi dalam banyak bentuk, namun yang akan saya paparkan di bawah ini hanyalah gangguan kecemasan yang umum terjadi. Apa saja?

Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Orang dengan GAD biasanya mengkhawatirkan masalah yang umum seperti kesehatan, uang, pekerjaan, dan keluarga.

Tetapi kekhawatiran pada penderita GAD ini terlalu berlebihan dan biasanya mengalaminya hampir setiap hari setidaknya selama 6 bulan. Ada yang seperti ini? Jika iya sebaiknya Anda mulai terapi.

Phobia Atau Fobia

Orang dengan fobia sangat takut pada sesuatu yang hanya menimbulkan sedikit atau tidak ada bahaya yang sebenarnya.

Ketakutan mereka mungkin tentang laba-laba, terbang, pergi ke tempat keramaian, atau berada dalam situasi sosial (dikenal sebagai kecemasan sosial).

Dari beberapa yang saya alami di atas saya terindikasi menderita phobia ini. Saya sangat menakuti sesuatu secara berlebihan. Sebut saja anak kucing tadi.

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan obsesi atau perilaku berulang (kompulsi).

Perilaku berulang seperti mencuci tangan, menghitung, memeriksa, atau membersihkan sering dilakukan dengan harapan dapat mencegah hal buruk terjadi.

Post Trauma Stress Disorder (PTSD)

Post Trauma Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan kecemasan yang dapat berkembang setelah mengalami peristiwa atau cobaan yang mengerikan. Biasanya kejadian tersebut memberikan atau dapat terjadi cedera fisik yang parah terjadi mengancam nyawa.

Peristiwa traumatis yang dapat memicu PTSD seperti serangan kekerasan pribadi, bencana alam, kecelakaan, atau hal traumatis lainnya.

Hal ini juga sangat berbahaya dimana korban bisa menjadi bom waktu jika tidak segera ditangani dengan baik.

Apa Yang Menjadi Penyebab Anxiety Disorder?

Secara alami sampai saat ini belum diketahui penyebab dari Anxiety Disorder. Hanya saja trauma dan kejadian di masa lalu bisa menjadi penyebab di masa yang akan datang.

Trauma

Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa kecil berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder (gangguan kecemasan) ketika dewasa.

Hal ini juga berlaku pada orang dewasa dengan trauma yang mendalam. Memberikan masa kecil yang sepantasnya pada anak-anak adalah solusi tepat menjegah Anxiety Disorder dan turunannya di kemudian hari.

Riwayat Genetik

Memiliki kerabat sedarah, terutama orangtua dan saudara kandung, dapat meningkatkan risiko Anda terkena gangguan kecemasan. Tapi peran ini sangat kecil terjadi.

Orang Dengan Kepribadian Unik Dan Tertentu

Orang dengan tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain. Diantaranya mereka dengan kepribadian introvert.

Gangguan Mental

Orang dengan gangguan mental, seperti depresi, sering kali juga mengalami gangguan kecemasan. Oleh karrna itu penting untuk deteksi dini depresi dan pencegahannya.

Penggunaan Obat Dan Sejenisnya

Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang Anda alami.

Stres Karena Sesuatu

Misalnya memiliki kondisi kesehatan atau penyakit serius dapat memicu perasaan takut dan cemas berlebih.

Terutama perihal biaya pengobatan, peluang kesembuhan, hingga bagaimana Anda menghadapi masa depan nantinya.

Cara Diagnosa Anxiety Disorder?

Untuk mendiagnosis gangguan kecemasan, penyedia layanan kesehatan biasanya akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda. Jawablah sejujur mungkin untuk menghindari kesalahan dalam diagnosa dan oemberian obat-obatan termasuk penanganan tingkat lanjut.

Setelah itu, Anda mungkin juga menjalani pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk memastikan bahwa masalah kesehatan yang berbeda bukanlah penyebab gejala Anda.

Jika Anda tidak memiliki masalah kesehatan lain, Anda akan mendapatkan evaluasi psikologis. Penyedia kesehatan mungkin akan melakukan beberapa tindakan khusus, atau Anda mungkin dirujuk ke ahli kesehatan mental untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pengobatan Dan Cara Penanganan

Biasanya Terapi perilaku kognitif atau dikenal dengan istilah CBT merupakan salah satu jenis psikoterapi yang sering digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan.

CBT mengajari Anda berbagai cara berpikir dan berperilaku. Ini dapat membantu Anda mengubah cara Anda bereaksi terhadap hal-hal yang menyebabkan Anda merasa takut dan cemas.

Ini mungkin termasuk terapi eksposur. Ini berfokus pada membuat Anda menghadapi ketakutan Anda sehingga Anda akan mampu melakukan hal-hal yang selama ini Anda hindari.

Obat-obatan untuk mengatasi gangguan kecemasan termasuk obat anticemas dan antidepresan tertentu. Beberapa jenis obat mungkin bekerja lebih baik untuk jenis gangguan kecemasan tertentu.

Anda harus bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk mengidentifikasi obat mana yang terbaik untuk Anda.

Anda mungkin perlu mencoba lebih dari satu obat sebelum Anda dapat menemukan obat yang tepat. Tapi tetap konsultasikan dengan ahlinya sebelum Anda memutuskan memilih obat.

Kesimpulan

Memiliki beberapa phobia sungguh sangat mengganggu. Membuat penderita tidak bisak bergerak dengan leluasa. Meski tidak berbahaya, phobia tetap saja cukup merugikan seiring waktu.

Referensi artikel : Pengalaman pribadi sebagai human introvert. Medlineplus. (2021). Anxiety. Diakses pada 2021. https://medlineplus.gov/anxiety.html

Post a Comment

Post a Comment