--> Skip to main content
Uncchu

follow us

Positif Negatif Penanggulangan Covid-19 dan Kesalahan Fatal yang Terjadi

Positif Negatif Penanggulangan Covid-19 dan Kesalahan Fatal yang Terjadi - Meski gaungan Work from Home atau kerja dari rumah sudah dari beberapa minggu yang lalu. Ditambah lagi hastag yang melambung Stay at Home atau di rumah saja di beberapa platform media sosial. Seharusnya Blog Uncchu.com lebih rutin update perharinya ya.

Namun Sayang stay at home gak berlaku bagi Saya di dunia nyata. Miris memang, tapi ya ini harus tetap Saya jalani. Tepatnya Kami yang selalu berada di lapangan ini. Ugh Sudahlah, Gak ingin beberapa paragraf awal ini ternodai oleh pandangan politik dan kekuasaan deh. Jadi Anggap saja ini curcol Saya di uncchu.com. Mudah-mudahan ini paragraf gak kena sunting atau cut oleh ownernya.

Okeh balik lagi ke tema awal ya, Kondisi Covid-19 yang sudah termasuk menyeramkan menurut Saya. Mengapa tidak, data terakhir yang Saya akses di situs resmi pemerintahan per tanggal 31 Maret 2020 terkonfirmasi meninggal 122 orang belum beberapa berita terbaru yang di paparkan oleh Bapak Gubernur Anies Baswedan angkanya melebihi 200 orang. (Sumber berita dari Media Nasional seperti Detik, Kompas dan Viva)

Baca juga Hantavirus Virus Baru yang Ditularkan Tikus

Nah sampai di sini cukup? Baiklah Saya hanya bahas yang baik saja. Semoga beberapa ulasan positif di bawah ini memantik aura positif pada diri sendiri agar tetap waspada, namun tidak panik. Meski Saya sendiri tahu, untuk tidak panik tidak semudah Saya mengetik kata panik di artikel kali ini.

Setiap musibah pasti ada hikmahnya, Nah hikmah baik inilah akan Saya coba paparkan dalam ulasan kali ini. Social distancing yang sekarang diganti dengan istilah physical distancing karena beberapa alasan. Cukup memeberikan efek positif dalam lingkungan baik itu lingkungan dalam keluarga maupun lingkungan bersifat alami.

Apa itu Social Distancing?

Dikutip dari laman wikipedia baik yang berbahasa Inggris maupun berbahasa Indonesia Arti Social Distancing adalah Pembatasan sosial atau menjaga jarak adalah serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.

Baca juga : 6 Aplikasi Teleconference yang Bisa Anda Gunakan Saat Work from Home

Apa itu Physical Distancing?

Istilah ini diaplikasikan di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Kanada. Saya sendiri belum menemukan arti yang pas dan sumber rujukan yang valid tentang arti Physical Distancing. Di wikimedia sendiri hanya ditemukan istilah Social Distancing.

Namun rujukan Saya justru mengarah ke situs resmi Indonesia tentang arahan dalam penanganan pandemi Covid-19. Di dalam situs tersebut mengatakan Physical Distancing dapat diterjemahkan dengan jaga jarak atau jaga jarak aman dan disiplin untuk melaksanakannya. Di sini Saya akui Indonesia sangat pintar dalam merubah-rubah sebuah istilah.

Dengan penerapan dua istilah di atas, beberapa daerah sudah mulai menerapkan beberapa kebijakan termasuk mengurangi keluar rumah yang tidak mendesak.

Imbas dari kebijakan tersebut sangat banyak, Jika di bahas secara utuh maka akan banyak sekali dampak yang tertimbul akibat penanganan Covid-19 ini. Baik Dampak Negatif Penanganan Covid-19 maupun positifnya.

Dampak Positif Penanganan Covid-19

Seperti yang Saya singgung di atas dampak penanganan Covid-19 ini sangat banyak, Baik keluarga maupun lingkungan. Apa saja Dampak Positif Penanganan Covid-19 ini? Berikut ulasan uncchu.com untuk Anda

Dampak Positif Penanganan Covid-19 pada Keluarga

Jika pada saat sebelum Covid-19 menjadi pandemi di Indonesia. Keluarga Indonesia jaman sekarang sedikit mengarah pada keluarga yang minus interaksi bila di rumah. Namun setelah adanya wabah Covid-19 ini Beberapa keluarga yang (beruntung) dapat berkumpul bersama dalam rumah.

Kerenggangan yang selama ini mulai terbentuk akibat kesibukan di dunia luar. Mulai mencair dan memberikan kehangatan pada setiap momen. Kembali adanya acara makan malam bersama yang selama ini sangat jarang dilakukan oleh kaum milenial yang hidup dalam kungkungan dunia metropolitan.

Baca juga : Covid-19 Jadi Pandemi, Lakukan Ini Untuk Jaga Kebersihan di Tempat Kerja

Ibu dan Bapak yang selama ini dipisahkan oleh kesibukan dunia malah memiliki waktu bersama lebih dengan keluarga dan anak-anak. Adanya waktu kembali menjalin hubungan mesra antara ibu dan anak, ayah dan anak dan anak-anak dengan orangtua mereka.

Dampak Positif Penanganan Covid-19 pada Lingkungan

Saya lebih mengfokuskan ulasan Dampak Penanganan Covid-19 pada Lingkungan lingkungan sekitar. Sebut saja polutan yang berkurang drastis dari efek penyebaran Covid-19 ini. Berdiam diri di rumah menjadi alasan bagusnya udara di luaran sana.

Saya teringat film yang menceritakan hangatnya luar setelah wabah terjadi. Sayang Saya lupa judulnya kalau ingat mungkin sudah Saya sarankan untuk menontonnya. hehe

Jika suatu saat wabah ini berakhir dan kita ibarat yang baru keluar dari bangsal dan melihat cahaya pagi dan menghirup udara segar di luaran. Tapi Sayang, Anda harus memastikan kadar disinfektan yang di sebar dilingkungan sudah di ambang aman untuk dinikmati.

Dampak Negatif Penanganan Covid-19

Setelah dampak positif penanganan Covid-19, Hal yang perlu diperhatikan adalah Dampak Negatif Penanganan Covid-19. Apa saja?

Dampak Negatif Penanganan Covid-19 pada Keluarga

Adanya kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing membuat beberap pemangku kebijakan membuat terobosan  terbaru. Salah satunya adalah Work from Home dan Stay at Home, imbas dari kebijakan ini justru membuat beberapa harga Smartphone dan Laptop meningkat tajam.

Untuk beberapa kalangan ini akan sangat menyulitkan karena tugas yang diberikan via online. harga gawai yang mahal ditambah paket internet yang luar biasa mahalnya membuat kalangan menengah ke bawah sangat keteteran dengan kebijakan ini. Ada yang benar-benar tidak bisa mengeksekusi kebijakan ini di rumah, umumnya adalah mereka yang status ekonomi pas-pasan.

Dampak negatif lainnya adalah beberapa anak dan mungkin keluarga justru malah sibuk dengan gawai masing-masing. Malah dijadikan alasan untuk tidak berkumpul bersama. Dampak lain adalah penggunaan gawai yang berlebihan justru merusak mata anak-anak.

Solusi yang bisa di sampaikan adalah agar pembuat kebijakan menerapkan jam ajar online pada oknum yang terlibat dalam work from home dan termasuk anak sekolah.

Orangtua juga melakukan pemantauan dan harus memiliki pengetahuan lebih tentang penggunaan gawai yang baik dan beberapa keputusan yang diberlakukan oleh pihak sekolah. Jangan sampai adaa kasus kecolongan karena ketidaktahuan orang tua dengan mekanisme belajar online ini.

Dampak Negatif Penanganan Covid-19 pada Lingkungan

Dampak Negatif Penanganan Covid-19 pada Lingkungan sekitar. Beberapa kandungan disinfektan yang digunakan untuk menyemprot sangat tidak ramah dengan tubuh manusia dan hewan. Termasuk Hand Sanitizer yang di gunakan. Banyaknya beredar Hand Sanitizer racikan yang tanpa ijin. Sangat berbahaya digunakan oleh manusia dalam jangka panjang dan sering.

Banyaknya Hand Sanitizer yang menempelkan BPOM abal-aba di produk mereka. Umumnya ini dilakukan oleh peracik Hand Sanitizer alumni Youtube dan Artikel non Trust. Penggunaan campuran dan kandungan yang tak seimbang pada Hand sanitizer justru sangat berbahaya bagi kulit manusia.

Hal Fatal yang Sering Terjadi

Banyaknya penggunaan disinfektan dengan campuran non takar alias takaran asal-asalan juga sangat berbahaya jika terpapar tubuh Manusia, Makanan dan Hewan. Kesalahan terbesar dari penggunaan disinfektan adalah penyemprotan langsung ke Manusia. Sebenarnya penggunaan disinfektan hanya diperuntukkan bagi APD, dan beberapa benda yang terindikasi terpapar Covid-19.

Baca juga : Kenali Pribadi Anak dan Cara Ampuh Mengontrolnya

Kesimpulan

Nah dari penjelasan di atas ada baiknya Anda bijak dalam melakukan tindakan untuk penanggulangan Wabah Covid-19. Selalu ikuti protokol (Dianjurkan protokol yang berasal dari situs Resmi kesehatan seperti WHO dan lain-lain.

Tetap stay di rumah dan jangan ngeyel untuk keluar. Jangan panik dan tetap bersikap wajar. Jangan menumpuk atau menimbun makanan apalagi memborong stok sembako di pasar dan mini market secara serampangan.

Tetap berpikir positif dan lakukan lock down mandiri terhadap keluarga dan diri sendiri. Hati-hati dalam menggunakan Hand Sanitizer, Disinfektan maupun APD. Lakukan dengan cara yang benar dan sesuai arahan.

Penutup

Semoga Wabah ini segera berakhir, Selalu doakan semua orang temasuk Saya yang masih Work di lapangan. Tetap sehat dan jangan menularkan. Kurangi mobilitas tak perlu di luar ruangan. Stop menghujat dan mencaci, Hentikan dunia politik dan penggiringan opini tak bermanfaat. Doakan Tim Kesehatan dan Garda terdepan. Sekali lagi, lakukan Lock Down Mandiri terhadap Keluarga dan Diri Sendiri.

Disclaimer : Sumber foto berasal dari Akun Twitter Resmi WHO Indonesia yang diposting pada tanggal 29 Maret 2020. Artikel dan tulisan ini dibuat tidak untuk menghakimi dan menghujat namun untuk kebaikan bersama dengan saling mengingatkan dari Kami yang Masik kerja di Lapangan.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar