Gangguan Tidur Pada Anak – Pernahkah Anda mengalami susah tidur? Ternyata gangguan tidur tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga bisa berdampak pada anak-anak. Hal ini terjadi pada kedua putra saya sewaktu masih bayi yang jika malam hari sulit untuk tidur. Bahkan harus begadang menemani mereka.

Belum lagi kita sebagai orangtua yang lelah berkerja seharian dan mengasuh si buah hati malah tidur duluan ketimbang anak yang matanya masih kuat untuk bermain di malam hari.

Sebagai orangtua yang bijak, kebiasaan anak yang tidur tengah malam dan susah untuk tidur cepat ini harus dicarikan penyebab dan solusinya agar mendapatkan manfaat tidur.

Berapa jam waktu tidur yang baik?

Orang dewasa perlu tidur sekitar 6-8 jam per hari. Bayi butuh tidur selama 16-20 jam. Sedangkan balita diperlukan sekitar 10 jam. Bila kurang dari itu, berarti anak susah tidur dan perlu diwaspadai.

Tahukah Anda bahwa pertumbuhan pada anak terjadi saat mereka tidur?

Perubahan yang mendasar terjadi pada tubuh jika kurang tidur adalah sistem kekebalan tubuh menjadi terganggu akibatnya mudah capek, lelah dan tidak ada semangat untuk mengawali hari.

Mengapa anak perlu tidur yang cukup?

Jangan anggap remeh jika masalah tidur terjadi pada anak. Anak susah tidur akan menguras pikiran orangtua. Kenapa? Karena sebagian besar pertumbuhan otak dan fisik anak terjadi pada saat tidur. Hormon-hormon pertumbuhan berproduksi pada saat tidur.

Oleh sebab itu, anak-anak yang mengalami gangguan tidur, perkembangan otaknya tidak optimal sehingga intelektualitasnya cenderung rendah. Jika tidur terganggu, kadar sel darah putih akan menurun.

Masalah tidur pada anak dapat menyebabkan beberapa hal berikut:

  • Menurunnya tingkat kecerdasan.
  • Kurang konsentrasi.
  • Daya ingat melemah.
  • Lebih agresif dan hiperaktif.
  • Menjadi pembangkang dan tidak kooperatif.

Lalu, apa saja jenis gangguan yang membuat anak susah tidur?

Menurut para pakar, ada dua jenis gangguan tidur.

1. Insomnia yaitu berhubungan dengan masalah jumlah tidur, saat mulai tidur, dan mempertaha kan lama tidur.

2. Gangguan tidur sekunder yaitu berhubungan dengan psikiatri (kejiwaan), depresi, stres, pasca trauma, rendah diri, ketakutan, atau masalah medis lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa paling tidak 25% anak usia 1-8 tahun mengalami gangguan sulit tidur. Sedangkan pada usia 8-9 tahun sekitar 10-20% mengalami sulit tidur. Ditambah dengan anak yang memiliki tipe kepribadian yang emosional berasal dari masalah tidur.

Mengapa penting memahami penyebab anak sulit untuk tidur pada malam hari?

Seperti yang telah saya singgung di atas, ada penyebab yang mesti diketahui mengapa anak sulit untuk tidur. Bahkan si anak di siang hari telah melakukan berbagai aktivitas yang menguras tenaga dan berharap bisa tidur cepat pada malam harinya. Alhasil mereka masih kuat tuk terjaga.

Oleh karena itu, berbagai usaha telah saya lakukan agar mereka bisa tidur lelap pada malam hari. Tak juga anak, kita sebagai orangtua juga bisa tidur dengan waktu yang cukup.

Berikut beberapa kemungkinan mengapa buah hati Anda mengalami kesulitan tidur di malam hari. Ketahui penyebabnya agar bisa diatasi sesegera mungkin.

Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari

Usia Dini

Ada beberapa bayi tidur sepanjang malam dengan mudah. Namun biasanya, pada dua bulan pertama bayi bangun dan tidur dengan waktu acak selama 12-18 jam sehari.

Kebanyakan bayi tidur sepanjang malam setelah ia berusia 9 bulan. Meskipun begitu tidur malam bayi biasanya hanya berkisar antara 5-6 jam perhari.

Terbiasa diayun

Bagi sebagian orangtua, cara menidurkan bayi yang efektif dengan diayun. Bayi mudah tertidur dengan diayun. Tapi sayangnya cara ini juga membuatnya tidak belajar untuk tidur sendiri. Ia akan terus butuh orang lain untuk membantunya tidur. Akibatnya anak susah tidur tanpa diayun.

Lapar

Bila si kecil terus merengek dan menangis tak hentinya kemungkinan dia lapar karena perutnya kosong. Bayi mudah tertidur bila ia kenyang menyusu. Bahkan kita yang dewasapun jika susah tidur karena perut belum diisi.

Terlalu lelah

Terlalu lelah menjadi salah satu penyebab anak sulit tidur. Batita dan anak usia pra-sekolah butuh 11-14 jam untuk tidur, termasuk tidur siang. Oleh sebab itu, atulah waktu kegiatan yang mereka lakukan setiap hari.

Tidak memiliki rutinitas sebelum tidur

Penyebab si kecil susah tidur selanjutnya karena tidak memiliki rutinitas sebelum tidur. Kegiatan monoton yang hanya ke itu-itu saja membuat anak sulit untuk tidur dan mencari cara agar mengulur waktu tidur seharusnya.

Suka mengulur-ulur waktu tidur

Ini seharusnya menjadi pertanyaan buat para orangtua kenapa anak suka mengulur waktu tidurnya. Mereka selalu memiliki alasan untuk tetap terjaga. Ada beberapa kemungkinan perilaku anak bersikap demikian, salah satunya untuk mendapatkan perhatian dari orangtua yang sibuk bekerja seharian.

Bahkan si kecil yang sudah siap dengan pakaian tidurnya dan sudah berada di atas tempat tidur malah memancing kita dengan candaan yang membuat mata melek. Makanya mereka menggunakan jurus jitu ini untuk mendapatkan perhatian lebih.

Waktu tidur siang kurang

Jangan sepelekan tidur waktu siang anak Anda yang kurang. Anak-anak yang kurang tidur siang, apalagi batita, seringkali susah tidur di malam hari. Umumnya bayi tidur siang 2-3 kali sehari, dan batita paling tidak satu kali sehari.

Sebaiknya si kecil tidur siang sesudah jam makan siang sampai ia menginjak usia 5 tahun. Jika ia mulai terlihat mudah ngambek dan mengantuk, izinkan ia tidur siang kapan saja, selama waktu tersebut tidak berdekatan dengan jam tidur malamnya.

Stres

Siapa bilang stres hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Anak-anak juga mengalaminya lho. Stres juga bisa membuat anak susah tidur. Bantu mereka melatih pernapasannya agar bisa rileks.

Faktor lingkungan

Faktor suhu panas atau dingin, bising, dan cahaya di kamar tidur dapat mengganggu tidur si kecil. Kondisi ruangan yang panas dan sumpek dapat membuat anak menjadi gerah bahkan tak ayal mereka bergerak cepat ke luar untuk mencari udara yang segar. Bahkan sudah memakai kipas anginpun, kamar masih terasa panas.

Perhatikan kondisi lampu kamar Anda, apakah anak suka tidur memakai lampu yang terang atau dengan lampu temaran atau lampu tidur. Sesuaikan dengan pilihan anak Anda.

Pengaruh gawai

Penggunaan gawai sebelum menjelang tidur sangat berpengaruh pada tidur si buah hati. Ada sebagian orangtua yang membiarkan anaknya berlarut-larut dengan gawai hingga tengah malam demi mengelakkan bermain dengan si kecil.

Gangguan kesehatan

Gangguan kesehatan dapat mengganggu tidur anak. Seperti, hidung tersumbat karena alergi, selesma, dan asma biasanya menyulitkan anak untuk bernapas. Pernapasan anak terganggu karena saluran udara terhalangi, biasanya oleh amandel atau kelenjar gondok yang membesar.

Anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan saat tidur biasanya tidur mendengkur dengan keras, sesak napas dan tidur gelisah. Hal inilah yang terjadi pada anak saya dimana amandelnya membengkak dan rewel.

Mimpi buruk

Anda pernah terjaga karena buah hati tiba-tiba terbangun dari tidur lelapnya karena mimpi buruk? Hal itu sangatlah normal. Mimpi buruk umumnya tidak berbahaya untuk anak. Tapi bila keterusan segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tidur berjalan/ngelindur

Saat anak saya berumur 4 tahun ke atas, ia sering terbangun karena ngelindur/bicara dan duduk saat tidur kemudian tidur kembali. Hal itu bisa terjadi karena pengaruh aktivitas berlebihan sehingga membuatnya lelah dan terbawa saat tidur.

Bahkan beberapa anak ada yang bangun dan berjalan, bicara, duduk saat tidur. Mata mereka mungkin terbuka, tapi tidak dalam keadaan sadar. Kebiasaan ini biasanya akan menghilangkan seiring anak-anak tumbuh besar.

Pengaruh obat

Jika anak Anda dalam pengaruh obat karena sakit, juga bisa mengganggu tidur anak. Bisa jadi jenis obat, dosis serta pemberian waktu yang kurang tepat juga memengaruhi waktu tidur anak.

Tidak ada benda kesayangan

Benda kesayangan yang dibawa anak ketika tidur adalah pemancing baginya tertidur lelap. Misalnya, boneka, selimut, bantal bayi atau empeng biasanya adalah beberapa benda yang paling disukai si kecil.

Mengabaikan tanda lelah si kecil

Apakah anak susah tidur dan juga susah bangun? Coba perhatikan apakah ia sudah cukup tidur. Umunya waktu tidur anak lebih panjang dibandingkan dengan dewasa. Anak usia 5-10 tahun paling tidak butuh waktu tidur selama 10-11 jam.

Trauma

Trauma pada anak disebabkan karena kebiasaan menonton film horor atau bahkan permainan petak umpet yang membawanya takut akan kegelapan. Jangankan untuk tidur, kegiatan seperti buang air kecil ke kamar mandipun harus ditemani karena ketakutan yang sudah terekam diotaknya.

Kafein yang berlebihan

Kafein tidak hanya terkandung pada kopi. Makanan dan minuman seperti coklat dan teh juga terdapat kafeinnya. Jika makanan ini dikonsumsi secara berlebih, akan memberikan efek anak insomnia. Oleh sebab itu, perhatikan jumlah kafein yang dikonsumsi si kecil.

Setelah Anda mengenali penyebab anak sulit untuk tidur, maka langkah selanjutnya mencarikan solusinya sehingga kebiasaan ini tidak berlarut-larut.

Bagaimana cara mengatasi anak sulit tidur di malam hari?

Nah, apa saja solusi yang diberikan? Berikut uncchu.com akan memaparkannya kepada Anda.

Solusi Anak Susah Tidur Di Malam Hari

Buat kesepakatan

Buatlah komitmen bersama buah hati. Hal inilah yang saya terapkan pada anak. Tanyakan kepada anak jam berapa ia ingin tidur. Dengan begitu, si anak tidak akan mencari-cari alasan untuk mengulur waktu tidur yang telah disepakati.

Konsisten dengan waktu tidur

Setelah membuat kesepatan bersama, hal penting yang harus Anda lakukan adalah konsisten dengan waktu tidur. Buatlah sebuah kegiatan rutin menjelang tidur. Seperti, membersihkan diri sebelum tidur, menggosok gigi, memakai piyama, minum susu atau vitamin. Setelah itu, barulah berangkat keranjang tidur. Hal rutin inilah yang saya jalani bersama anak sebelum berangkat tidur.

Tegas dengan aturan yang dibuat

Apabila sudah jadwalnya tidur, tiba-tiba si kecil merengek dengan maksud bernegosiasi, jangan menuruti keinginannya. Hal ini akan membuat anak merasa dimanja dengan cara yang tidak baik. Jika Anda menurutinya malah melanggar kesepakatan yang sudah dibuat dan terkesan tidak serius.

Jika sudah waktunya untuk tidur, ya laksanakan segera. Hentikan semua aktivitas yang Anda lakukan saat itu. Jangan biarkan Anda sendiri yang mengulur waktu tidur anak karena ingin menuntaskan sebuah pekerjaan malam itu juga.

Apabila Anda masih mau menyelesaikannya lakukanlah setelah anak Anda tertidur pulas.

Tidur mandiri

Biasakanlah anak tidur sendiri. Bawalah si kecil ke tempat tidur dalam kondisi mengantuk dan masih terjaga. Hal ini akan membiasakan si kecil belajar tidur sendiri dan kembali untuk tidur lagi di saat ia bangun tengah malam.

Cara ini mulai saya tetapkan secara perlahan pada anak saya yang biasanya ditemani saat tidur. Hal ini juga mengajarkannya untuk tidur mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Buatlah anak merasa dirinya penting

Berikan kebebasan kepada anak untuk memilih pilihannya sendiri. Biarkan buah hati Anda mengambil keputusan dengan memilih pilihannya sendiri. Misalnya memilih piyama, selimut, sarung bantal, dan benda kesukaannya untuk menemaninya tidur.

Posisi tidur horizontal

Bila si kecil masih bayi, letakkan anak dalam posisi tidur terlentang di ranjang dan tidak di dalam pangkuan Anda. Dalam posisi horizontal ini, anak menyadari karena ia sudah mengantuk. Atau pada posisi miring, usaplah punggungnya dengan lembut hingga matanya terpejam.

Ajarkan teknik pernapasan dalam

Ajarkan anak menarik napas panjang dari hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Gerakan ini dapat membantu anak menjadi lebih rileks dan tenang terutama untuk anak-anak yang hiperaktif ringan.

Jadwalkan jam tidur siang

Waktu tidur siang yang baik adalah 2 jam. Nah, sebaiknya Anda buatkan jadwal tidur siang anak agar tidak berdekatan dengan waktu tidur malam. Sehingga anak mempunyai waktu tidur yang nyenyak di malam hari. Sendainya waktu tidur siang berdekatan dengan tidur malam, hal hasil anak akan begadang karena sudah puas tidur pada siang hari.

Cari suasana baru

Luangkanlah waktu Anda ikut terlibat dengan aktivitas yang dilakukannya. Carilah suasana baru yang membuat anak Anda tidak mudah bosan. Seperti bermain sepeda. Ajaklah mereka bermain sepeda di lapangan atau di taman. Ini akan membuat hari anak lebih menyenangkan. Atau carilah aktivitas yang mengeluarkan energi sehingga lelahnya di siang hari terbayar dengan tidur yang cukup di malam hari.

Cerita pengantar tidur

Bacakan cerita pendek kepada anak setelah langkah-langkah rutin menjelang tidur dilakukan. Pancinglah mereka bercerita tentang cerita dongeng apa yang pernah didengarnya. Dengan sendirinya nanti anak akan mengantuk dan langsung tidur.

Atur pola makan

Pola makan sangat memengaruhi tidur malamnya. Terapkanlah pola makan teratur (3 × makan dan 2 x snack) sehingga telah terisi dengan baik saatia tidur di malam hari.

Makanan ringan

Selain susu hangat membantu anak tidur terlelap, Makanan ringan dapat membantu proses anak susah tidur. Anda dapat memberikan sedikit makanan ringan untuk anak Anda beberapa jam sebelum tidur. Makanan ringan ini dapat mengurangi rasa lapar anak Anda ketika sudah larut malam.

Kesimpulan

Demikianlah beberapa penyebab anak sulit untuk tidur malam yang mesti Anda ketahui. Perhatikanlah penyebab-penyebab tersebut agar sulit tidur malam bisa cepat teratasi dengan paparan solusi yang uncchu.com berikan. Adakah salah satu kriteria di atas termasuk penyebab anak Anda sulit untuk tidur malam? Jika iya, coba deh terapkan solusinya.

Jangan anggap sepele jika anak mengalami gangguan tidur ya! Seandainya Anda telah menerapkan solusinya dan si anak sulit tidur juga, saya sarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter ya! Jangan biarkan hal ini berlarut-larut sehingga menyebabkan dampak buruk bagi anak Anda. Sayangi masa emas pertumbuhan anak Anda!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here