Skip to main content
Uncchu

follow us

Kenali Penyebab dan Solusi Anak Nakal dan Sulit Diatur

Wahai para moms di luar sana, pernahkan mengalami situasi dimana anak sulit diatur? Tidak mengindahkan perkataan yang diajarkan? Berprilaku tidak sopan? Dan bahkan suka menjahili sang adik?

Itu semua adalah tingkah laku anak yang perlu dicari tahu penyebabnya. Terkadang anak melakukan hal itu karena adanya ketidakseimbangan mental, sosial dan pendidikan sehingga si anak menunjukkan tingkah laku yang menyimpang.

Ketidakseimbangan tersebut membuat sang anak di cap sebagi anak nakal yang sulit diatur. Ketahuilah wahai para orangtua apa yang menjadi penyebabnya. 

Jangan biarkan emosi ini meledak-ledak untuk memarahi anak. Apakah kita sebagai orang tua sudah mendidik dan mengajarkannya dengan cara yang benar?

Penyebab anak nakal sulit diatur

Dilansir dari sehatq.com, pakar anak Christine Carter, Ph.D., mengatakan bahwa kelakuan anak nakal ada dua penyebab: mencari pertolongan atau mencari perhatian.

Dua penyebab ini ditunjukkan dengan berbagai tingkah laku. Kita sebagai orang tua harus aktif dan terlibat pada ranah anak berbuat demikian. Berikut ulasan penyebab dan cara mengatasinya.

Ketika anak melawan saat dimarahi

Pada situasi ini, orangtua harus bijak mengambil sikap seandainya anak berbuat demikian. Cari tahu penyebabnya mengapa hal itu bisa terjadi.

Ketika anak diajak ke luar rumah atau berkunjung ke rumah teman, lantas si ibu tengah asyik mengobrol dan tidak mengacuhkannya dan mencari perhatian dengan menjahili adiknya hingga menangis. 

Karena perbuatannya itu, si ibu langsung memarahinya. Si anak jengkel dan melawan saat dimarahi. 

Berdasarkan ilustrasi tersebut, kita sebagai orangtua mungkin malu dengan sikap anak seperti itu. Jika dilihat oleh orang lain, rasanya tidak pantas. Orang lain menganggap orangtua tidak becus mendidik anak.

Nah, balik lagi pada orangtuanya tersebut. Apakah di rumah anak diajarkan untuk bersikap sopan? Apakah jika ia melakukan kesalahan diberi tahu yang benarnya? 

Ingat masing-masing anak memiliki tingkat emosional yang berbeda sesuai tahap perkembangannya. Mereka belum mampu mengendalikan emosinya dengan benar. Anak perlu perhatian, dan ada kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Oleh sebab itu, ketidakseimbangan itu diluapkan dengan kekecewaan dan sikap mendongkol pada anak ketika dimarahi.

Solusinya adalah memberikan penjelasan kepadanya dengan berdiskusi. Tenangkan si anak dari kekecewaannya. Ajak ia bercerita dan masuk pada situasi yang dialaminya. 

Mungkin berbicara dari hati ke hati akan lebih menenangkan si anak. Lambat laun, dengan berbuat demikian sikap anak akan berubah lebih baik.

Ketika anak tidak patuh dan mengabaikan orang tua

"Abang tidak boleh ke luar rumah. Mainnya di dalam rumah saja," ucap seorang ibu pada putranya. 

Terkadang anak menginginkan kebebasan dan bermain di luar bersama teman-temannya. Jika hal itu dilakukan oleh para orangtua, yakinlah si anak berontak dan tidak mau mendengarkan kita. Si anak akan tetap bermain di luar meskipun telah dilarang.

Cara menghadapinya adalah berikanlah kebebasan kepada anak, tapi masih di batas kendali. Jangan menganggap mereka anak kecil lagi. 

Perlakukanlah mereka sesuai usianya. Anak butuh dunia bermain atas rutinitasnya yang padat di sekolah. Buatlah aturan yang telah ditetapkan. Orangtua harus konsisten pada peraturan tersebut, jika mereka melanggar maka lalukanlah konsekuensi yang telah ditetapkan agar anak lebih disiplin dengan aturan yang telah disepakati.

Ketika anak memohon dan tidak patuh sewaktu dilarang

Jika anak memohon dan ingin dituruti keinginannya, maka sikap kita sebagai orangtua harus cepat memahaminya. Apakah anak merengek atau memohon?

Anak harus belajar menerima kenyataan penolakan dari orangtua. Orangtua harus tegas ketika tidak ada cara lain untuk menyanggupi permintaan anak tersebut.

Cara mengatasinya dengan memberitahu si anak alasan kita menolak permintaannya. Jangan buka peluang pada anak merayu kita menuruti keinginannya.

Ketika anak bersikap jahat kepada temannya

Ketidakmampuan anak atas suatu hal atau kebutuhan di sekolah tidak terpenuhi menjadi penyebab anak bersikap jahat kepada temannya. Si anak akan melampiaskan kemarahannya dengan memukul temannya. 

Guru sebagai orangtua kedua bagi anak, mencari tahu penyebabnya dengan berdiskusi membicarakan sikap anak tersebut pada orangtuanya. 

Cara mengatasinya adalah dengan mencari solusi bersama dengan orangtuanya. Hal apakah yang menjadi penyebab anak berbuat demikian. 

Jika anak tersebut memukuli temannya karena kebutuhan sekolahnya tidak terpenuhi maka orangtua mencari cara bagaimana kebutuhan tersebut terpenuhi. Begitu juga dengan ketidakmampuannya atas pelajaran yang susah sehingga sulit dipahami.

Kesimpulan

Pada dasarnya anak bersikap nakal dan tidak menurut pada orangtua adalah kurangnya perhatian pada anak. Didikan orangtua juga tak kalah pentingnya. Orangtua harus bijak menyikapi permasalahan pada anak dan mencarikan solusi yang tepat. Ingatlah terus mengontrol perilaku anak agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. 

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar