Skip to main content
Uncchu

follow us

Pesan Cinta, Inilah yang Bisa Kamu Petik

Pesan Cinta, Inilah yang Bisa Kamu Petik - Jika berbicara tentang Cinta, maka hati siapa yang tak langsung bahagia. Energi positifnya begitu terasa. Berbunga-bunga, melayang, menari ke sana ke mari, asalkan jangan sampai jatuh. Sebab, jatuh Cinta memang indah. Namun, tak sedikit pula yang jatuh karena Cinta.

Iya, Cinta membuat terlena. Bila seseorang merasakan jatuh Cinta, semua menjadi indah.

Dengan Cinta, seseorang pun bisa jatuh. Bahkan terbunuh. Baik jiwa ataupun raga. Maka milikilah Cinta sekadarnya kepada sesama. Namun, bangunlah Cinta sempurna untuk Yang Maha Cinta. MenCintailah, Cintai karena Allah.

Cinta adalah nikmat. Di dalamnya penuh pesan hangat. Kesempurnaan Cinta, sejatinya merasakan pesannya yang menenangkan. Yang membuat nyaman. Inilah Cinta paripurna pada Sang Pencipta.

Cinta pada sesama manusia pun merupakan sebuah anugerah. Memiliki yang diCintai adalah sebuah perjuangan indah. Namun, menCintai yang dimiliki , merupakan kesetiaan yang hakiki.

MenCintai sesama manusia, dapat kita teladani dari pimpinan umat manusia yang hebat lagi mulia sepanjang masa. Yaitu Nabi Muhammad saw.

Saat Rasulullah mengadakan taklim bersama sahabat. Tiba-tiba seorang pemuda dengan sengaja kencing di tempatnya taklim tersebut.

Ketika seorang Yahudi yang sangat membenci Nabi. Setiap harinya memaki dan meludahi Nabi yang berjalan di depannya.

Namun, apa yang dilakukan Nabi Allah tersebut? Apakah beliau membalas dengan hal yang sama? Tentu tidak!

Rasulullah membalasnya dengan segenap Cinta. Menyuapinya dengan Cinta kasih. Tanpa membalas dengan keburukan sedikit pun.

Pesan Cintanya sangat mendalam. Kasih Sayang yang tercurah dari pembalasan sikap mereka, membuat mereka terperangkap. Masuk ke dalam indahnya kasih. Sehingga mereka pun menangis saat diketahui Rasul Allah tersebut wafat, dan menjadi penyesalan seumur hidupnya.

Namun, bagaimana dengan kita? Apa yang kita perbuat bila perlakuan tersebut terjadi pada kita? Mampukah kita berbuat layaknya Baginda Nabi? Kuatkah kita membalasnya seperti yang Rasulullah contohkan? Harusnya bisa!

Nabi Muhammad adalah manusia pilihan yang ditunjuk Allah untuk dijadikan panutan. Segala perkataan dan perbuatannya menjadi salah satu dasar hukum bagi umat Islam setelah Alquranul Karim.

Tak sedikit di antara kita, di saat diperlakukan seseorang kurang baik, responnya pun dengan hal serupa, bahkan lebih! Naudzubillah, semoga kita jauh dari hal demikian.

Padahal kita semua tahu, bahwa segala yang terjadi atas izin Allah. Bila kita sabar, maka akan menjadi ladang pahala dan penggugur dosa.

Allah terkadang menguji dengan kesabaran. Apakah ibadah yang kita lakukan selama ini berbekas di dalam diri. Atau hanya menjadi ibadah ritual semata yang bertujuan mengharap pujian manusia.

Padahal Allah telah mengirimkan pesan Cinta-Nya dengan banyak kejadian yang kita temui. Terlihat baik bagi kita, belum tentu menurut-Nya. Namun, terlihat sangat buruk.bagi kita, tapi itulah yang terbaik bagi Allah. Pada akhirnya pun kau menyadari jika hal tersebut jauh lebih baik dari yang kau kira.

Kenalilah pesan Cinta-Nya. Bila engkau rasakan, akan terasa nikmat. Jadikan panutan Umat se-dunia sebagai teladan dalam menjalani hidup. Meski tak sekuat dan sesabar beliau. Paling tidak meneladaninya semampu kita.

Bukankah kita mengaku umatnya? Bukankah kita berharap bertemu kembali dengannya di akhirat kelak? Bila jawabannya iya, mari teladani manusia pilihan Allah tersebut!

Solok, 20 Januari 2020, Ditulis Uki Lestari dengan sedikit gubahan.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar