--> Skip to main content
Uncchu

follow us

Cinta Tanpa Tapi - Sebuah Cerita Bersambung atau Cerbung Karya Uki Lestari

Cinta Tanpa Tapi - Sebuah Cerita Bersambung atau Cerbung Karya Uki Lestari

Seorang lelaki yang berwajah menawan tepat berada di depannya. Ternyata Salma berbenturan dengan dada laki-laki tersebut.
Pertemuan setiap insan, tidak ada yang namanya kebetulan. Semua telah diatur oleh Mahapengatur dengan sebaik-baiknya. Ada hikmah di balik itu semua, bila kita dapat memetiknya dengan bijaksana. Jika kita jalani dengan syukur, pastilah akan bermakna serta berguna. Namun jika kita menyia-nyiakan maka, kufurlah yang pantas disebut, dan pastinya termasuk kepada golongan yang dimurkai-Nya.

Begitu pula dengan pertemuan dua insan yang yang kini saling mencinta. Meski dipisahkan jarak dan waktu, mereka tetap saling menjaga cinta yang dianugerahi pada masing-masingnya. Tidak mengenal jarak yang begitu jauh memisahkan dan waktu yang tak tahu kapan akan dipertemukan lagi.

Mereka tetap membangun dan menjaga cinta yang begitu mereka elu-elukan dalam hatinya. Dalam jiwanya yang terdalam. Tak peduli dengan siapapun yang mencegahnya, siapapun yang memisahknnya. Mereka tetap saling mencinta.

Begitulah perasaan yang dirasakan Salma. Gadis desa yang berparas tidak begitu cantik. Namun, entah mengapa banyak lelaki yang jatuh hati padanya. Salma adalah seorang tenaga pengajar di sebuah TK di desanya.

Ia seorang perempuan yang begitu menyayangi yang namanya anak kecil. Karena kegemarannya itu, Salma memilih menjadi tenaga pengajar di Taman Kanak-kanak. Agar bisa berbaur dengan anak-anak di setiap hari yang dilaluinya.

Suatu ketika, Salma ditugaskan mengikuti pelatihan guru TK se kabupaten tempat Ia bekerja. Ia terpilih menjadi salah satu perwakilan dari sekolahnya untuk mengikuti pelatihan yang diadakan selama tiga hari itu.

Sebelumnya Salma tidak berkenan untuk ikut, karena Ia akan jauh dari anak didiknya untuk sementara waktu. Namun berkat bujuk dan motivasi atasan dan teman kerjanya, akhirnya Salma menyanggupi surat panggilan tersebut.

Siang menjelang sore, Salma berangkat meninggalkan kota kelahirannya itu. Ia berangkat menggunakan bus antar kota. Di perjalanan Salma khawatir, apakah pelatihan ini benar-benar bisa Ia jadikan pembelajaran ke depannya.

Tidak terasa, dua jam perjalanan dilaluinya. Ia turun tepat di depan hotel tujuannya. Ia turun, dan menatap penuh tekad ke arah hotel yang tepat berada di depannya.

Acara pembukaan pun berlangsung dengan kidmat dan lancar. Salma masuk ke kamarnya, dan merebahkan diri sejenak. Tidak sadar, Ia masuk ke dalam dunia mimpi. Indah. Setengah jam berlalu, tiba-tiba Salma pun terbangun, dan melihat jam di tangannya menunjukkan jam setengah 4 sore.

Ia bergegas mandi dan melaksanakan shalat ashar. Ia pun keluar untuk mencari pengganjal perut yang sedari tadi sudah mulai bernyanyi-nyanyi.

Tidak jauh dari hotel, sebuah cafe kecil namun nyaman pilihan Salma kali ini. Segera Ia masuk demi perut yang sudah berontak tak karuan dari tadi. Di ruangan yang ber-AC tersebut, Salma memilih duduk di pojok dekat dengan kasir. Tidak menunggu lama, pesanannya pun tiba.

Ia begitu menikmati makanannya. Suap demi suap Ia santap dengan penuh semangat. Tidak terasa suapan terakhirnya pun dinikmatinya dengan penuh pesona. Nikmat!

Saat perut sudah bersahabat dan tenaga sudah mulai pulih kembali. Salma bersiap-siap kembali ke hotel. Sambil berjalan, handphonenya berdering. Secepat kilat Ia mencari-cari hp-nya yang sudah lama berdering dari dalam tasnya. Salma tetap berjalan sambil menunduk ke arah tasnya, masih merogoh-rogoh mencari hp-nya.

Bruuk....

Salma merasakan kepalanya sakit. Terbentur dengan sesuatu yang keras.

"Aduuh, sakit!" Rintihnya.

Salma pun mendongak. Seorang lelaki yang berwajah menawan tepat berada di depannya. Ternyata Salma berbenturan dengan dada laki-laki tersebut. Spontan Ia meminta maaf, lelaki itu pun dengan ramah menerima maaf Salma. Tanpa ada basa basi yang terlalu, Ia pun berlalu.

Kali ini dengan kepala tegap, tidak ingin hal yang sama terjadi untuk ke dua kalinya. Namun di perjalanan, Ia masih membayangkan laki-laki yang ditabraknya tadi. Menawan.

"Ah," Salma membuyarkan bayangnnya. Sambil senyum yang masih melekat, Ia berjalan gontai kembali masuk ke hotel.

Bersambung.......


Note : Cinta tanpa tapi adalah sebuah cerbung atau cerita bersambung karya perempuan keibuan yang biasa disapa Uki ini. Seorang penulis produktif sekaligus guru di sebuah sekolah kecil di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Cerita yang unik untuk dinikmati dan sayang untuk dilewatkan. Tunggu kelanjutannya di uncchu.com

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar