Skip to main content
Uncchu

follow us

Cara Aman dan Benar Merawat Luka, Apa Saja?

Cara Aman dan Benar Merawat Luka, Apa Saja? - Setiap orang akan merasakan luka, Baik itu luka kecil maupun besar. Dari beberapa jenis luka yang akan Kita bahas nanti cara menangani dan merawatnya. Maka luka yang tidak berdarahlah yang sulit untuk disembuhkan. Seperti luka yang sekarang saya rasakan.

Okeh hanya intermezzo sejenak untuk anda yang sedang mencari cara aman merawat luka. Apa saja? Nah berikuit adalah beberapa cara aman merawat luka berdasarkan jenis luka yang diderita?

Tapi perlu anda ingat adalah cara di bawah ini bukanlah nasehat profesional. Jadi pastikan anda berkonsultasi kepada orang yang benar mahir dalam mengobati luka.

Apa saja cara merawat luka yang aman?


Cara Perawatan Luka yang Baik dan Aman berdasarkkan kelompok atau jenis lukanya. Oleh karena itu wajb hukumnya untuk mengetahui terlebih dahulu jenis dari luka tersebut.

Jenis-Jenis Luka yang Wajib Anda Ketahui 


Meskipun memiliki prinsip dasar yang sama, langkah-langkah perawatan luka dapat berbeda, tergantung pada jenis lukanya. Berikut ini adalah jenis-jenis luka yang umum ditemui, berikut penjelasannya:

1. Luka sayat atau insisi


Jenis luka sayat atau insisi biasanya di sebabkan oleh Benda yang pipih dan tajam, seperti silet, pecahan kaca, pisau, atau bahkan kertas.

Selain itu, luka sayat juga bisa disebakan oleh prosedur pembedahan. Sama seperti luka robek, kedaruratan penanganan luka ini tergantung kepada kondisi perdarahan dan lokasi luka.

2. Luka koyak atau avulsi


Jenis luka koyak atau Avulsi adalah luka yang robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya.

Luka robek ini bisa terjadi karena tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian. Darah yang keluar akibat luka jenis ini biasanya cepat dan banyak, sehingga perlu penanganan medis segera.

3. Luka tusuk


Jenis luka tusuk biasanya disebabkan oleh benda tajam dan panjang, seperti pisau, jarum, atau paku.

Meski umumnya tidak menyebabkan darah banyak keluar, luka jenis ini dapat menembus kulit hingga melukai organ dalam.

Selain itu, luka tusuk juga dapat menyebabkan tetanus. Jika Anda tertusuk benda yang kotor, misalnya paku berkarat, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melakukan perawatan luka untuk mencegah infeksi, dan memberikan vaksinasi tetanus bila diperlukan.

4. Luka baret atau abrasi


Jenis luka baret atau luka Abrasi ini biasanya adalah jenis luka yang terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan kasar atau keras.

Misalnya jalanan beraspal atau semen. Meski tidak menimbulkan banyak perdarahan, luka jenis ini perlu dibersihkan dengan baik untuk menghindari infeksi.

5. Luka robek atau laserasi


Jenis luka robek bisa berupa luka gores ringan, bisa juga berupa luka yang dalam dengan bentuk tidak teratur.

Luka ini sering ditemukan pada kecelakaan saat berkendara atau kerja, misalnya akibat mesin. Kedaruratan penanganan luka ini.

Luka ini tergantung kepada berat-ringannya perdarahan dan bagian tubuh yang terkena.

Cara Aman Merawat Luka dengan Benar


Luka dan lecet ringan biasanya tidak membutuhkan pertolongan dari dokter. Cukup dengan beberapa langkah perawatan luka berikut ini, kulit akan sembuh seperti sedia kala.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah cuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan luka, untuk menghindari infeksi.

Setelah itu, baru lakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Perdarahan pada goresan dan luka ringan biasanya akan berhenti sendiri. Jika tidak, beri tekanan lembut pada luka dengan kain yang bersih. Posisikan luka menghadap ke atas.
  2. Bilas luka dengan air bersih dan mengalir. Sekitar luka boleh dibersihkan dengan sabun, tapi tidak pada lukanya, untuk menghindari iritasi.
  3. Jika masih ada kotoran atau benda yang tertancap pada luka setelah dibersihkan, gunakan pinset steril (yang telah dibersihkan dengan alkohol) untuk mencabutnya. Jika masih ada yang tertancap, pergilah ke dokter agar dapat dilakukan pembersihan luka secara menyeluruh, guna mengurangi risiko infeksi dan tetanus.
  4. Tidak perlu menggunakan cairan hidrogen peroksida, obat merah, atau larutan antiseptik yang mengandung iodine, karena dapat menimbulkan iritasi pada luka.
  5. Oleskan krim atau salep antibiotik untuk membantu menjaga permukaan kulit tetap lembap. Obat ini memang tidak membuat luka cepat sembuh, tapi bisa mencegah infeksi sehingga proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan baik. Namun jika muncul ruam pada kulit, segera hentikan penggunan salep.
  6. Perban luka untuk menjaganya tetap bersih dan terhindar dari bakteri. Jika luka atau goresannya kecil, tidak perlu diperban.

Namun akan berbeda dengan kasus luka yang cukup dalam, menganga, dan terlihat lemak atau otot.

Untuk mengantisipasi pendarahan dan hal buruk lainnya. Segeralah pergi ke rumah sakit atau klinik untuk dijahit.

Sedangkan pada luka yang dalam atau kotor, suntikan tetanus mungkin dibutuhkan dalam perawatan luka.

Begitu juga bila Anda belum disuntik tetanus dalam jangka waktu lima tahun terakhir. Luka-luka seperti ini sangat di sarankan untuk menanganinya secara profesional oleh orang yang berkompeten.

Jika luka mengalami pendarahan dan nampak nanah atau lebam. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mengambil tindakan selanjutnya. Itulah Cara Aman dan Benar Merawat Luka, Apa Saja? Semoga bermanfaat.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar