Skip to main content
Uncchu

follow us

Saya Lepaskan Semuanya di Sini, Di Tempat Ini di Tempat Kita Disatukan

Kenapa Kamu begitu? Kenapa meski begini? Lalu kenapa Kamu lari? Ah sudahlah jangan tanya dulu. Aku hanya ingin bercerita tentang luka ku saja. Aku tidak peduli dengan apa yang membuat aku terluka.


Kadang menulis bisa saja membuat saya enjoy. Menulis menjadi bagian terindah dalam hidup Saya. Saya bisa melepaskan energi negatif dengan hasil positif, Menurut saya. setidaknya begitulah menuut saya.

Apalagi tulisan ini dilihat lebih dari seratus viewers. Menurut saya itu luar biasa, apalagi dengan jumlah komentar yang banyak. Ah ada rasa bahagia yang tidak terceritakan di sana.

Perpisahan adalah satu hal tidak diinginkan oleh banyak orang, Mungkin saya , Anda atau orang lain yang belum sempat membaca tulisan ini. Perpisahan adalah hal tersakit dari sebuah yang namanya pertemuan.

Oleh karena itu saya sering menulis untuk melepaskan rasa sakit. Bahkan rasa kecewa, atau rasa lelah yang tak terhingga. Nah inilah yang menjadi dasar utama berdirinya uncchu.com. 

Sebagai blog yang cukup baru dengan basis awal adalah sebagai blog sharing dan parenting serta dunia kerja. Blog uncchu.com juga menyediakan ruang story teller khusus untuk mereka yang ingin menulis di uncchu.com.

Di blog uncchu.com akan menerima story teller berbentuk apapun. Baik berupa puisi atau cerita panjang lebar. Salah satu contoh beberapa story teller yang sudah masuk di uncchu.com adalah Rasa Kecewa Itu Hadir Dari mereka yang Taat Beragama.

Aduh ko malah jadi promosi uncchu.com haha. Baik mari kita kembali ke pokok bahasan pertama tadi. Saya tidak mengerti kenapa tulisan kali ini saya beri judul Saya Lepaskan Semuanya di Sini, Di Tempat Ini di Tempat Kita Disatukan.

Ini adalah beberapa bait puisi yang Saya tulis berdasarkan mood saja. Meski unfaedah tapi yang pasti ini dapat melepaskan kegundahan yang saya rasakan.

Baiklah Saya Lepaskan Semuanya di Sini, Di Tempat Ini di Tempat Kita Disatukan.

Kenapa saya ingin lepaskan?
Karena rasa luka yang dalam
Meski tak terucapkan
Kecewa itu makin dalam  
Saya tidak ingin melupakan
Saya hanya ingin membiarkan
Memberi waktu pada hati
Untuk mengobati dirinya sendiri 
Saya ingin menyakiti
Meski dia merasa tersakiti
Aku ingin obati
Meski tak akan terobati 
Saya kubur, kemudian lupakan
Saya benam dan cari solusi
Tapi tetap tak terbantahkan
Meski diri ini mencari solusi 
Ah sudahlah aku sangat kecewa
Dia yang ku sebut dalam doa
Harus ku lepas dari dalam dada
Dengan duka yang tak kentara 
Luka..
Ah sangat sungguh terluka
Kadang kita merasa sangat terluka
Tanpa sadar telah menorehkan luka 
Ah sudahlah aku berhenti
Sungguh tak kuat lagi
Terkhianati,
Namun tertuduh menjadi belati 
Aku berhenti di sini
Di sini tempat kita bertemu
Di sini juga aku ingin bertemu
Untuk terakhir kali.
tDemikianlah Saya Lepaskan Semuanya di Sini, Di Tempat Ini di Tempat Kita Disatukan. Saya sungguh sangat terluka dan sangat terluka. Kadang kita merasa tersakiti dan tak sadar bahwa menyakiti.

Kadang kita mengabaikan dan meremehkan padahal sebenarnya kita telah sangat menyakiti. Kadang kita selalu merasa orang yang paling di dzolimi tanpa sadar telah mengkhianati.

Kadang kita melemparkan sumpah kematian pada orang yang kita pilih. Tapi tak sadar itu benar-benar membuatnya kecewa. Meski hanya dengan sebuah tulisan, Jangan hina dia dengan ilmu yang kita miliki. Apalagi dia adalah pasangan mu.

Sekali lagi ini bukan penghakiman. Hanyalah rasa kecewa yang terluapkan. Jangan merasa benar di atas kekecewaan mu sendiri. Karena kamu tidak pernah sadar kecewa itu hadir karena mengecewakan juga.

Ingatlah, Jangan hakimi dan berhentilah menjadi pihak yang paling tersakiti. berhentilah menjadi pihak yang paling dikecewakan. Berhentilah menyumpahi pasangan mu dengan cara tak baik.

Kamu menjual ayat untuk menyumpahi. Kadang kita lupa dan merasa sangat tersakiti tanpa sadar telah sangat mengkhianati.

Berhentilah untuk menyalahkan orang lain. Menganggap remeh hal kecil. Dan berhentilah menyangkutkan masalah kita sendiri dengan orang lain.

Ah sudahlah aku sangat lelah. Kamu tidak pernah paham dan tidak  pernah mencoba untuk memahami.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar