Skip to main content
Uncchu

follow us

3 Pondasi Wajib Untuk Anak ABG Milenial Agar Tidak Terjebak Kejahatan Dunia Maya


3 Pondasi Wajib Untuk Anak ABG Milenial Agar Tidak Terjebak Kejahatan Dunia Maya - Sepertinya bunyi jangkrik horor sekali malam ini, Tepat tanggal 20 Oktober 2019. Kabarnya hari ini adalah hari pelantikan presiden lama yang kembali terpilih menjadi presiden Republik Indonesia dengan wakil yang berbeda. Tapi entah kenapa di gubuk ini rasanya sedikit horor, Biasanya bunyi jangkrik dan kodok malam bersahutan riang. Namun malam ini lain dari yang biasanya bunyi nyanyian mereka sedikit hambar tanpa rasa.

Atau memang malam ini agak hambar? Tanpa ada rasa atau kurang micin tak seperti grup anak ABG di facebook yang rada-rada heboh dengan dengan tema yang gak jelas? Bahkan hanya sebuah foto lalu diikuti dengan 08 berapa tadi Kak atau Bang? Lalu puluhun komentar berseliweran di beranda facebook bahkan sampai ratusan untuk satu postingan yang menurut Saya gak jelas.

Tapi memang begitulah kehidupan di negara +62, Semua serba gak jelas dan tanpa ada memberi manfaat yang baik. Mereka ABG di negara +62 sibuk nangis guling-guling minta sama orangtua beli kuota lalu menghabiskannya hanya dengan berkomentar dan buka-buka postingan gak jelas di Facebook dan Instagram.

Ada yang merasa kegantengan dan sok ganteng, lalu ada yang cantik yang merasa kecantikan komen di bawah dan sebaliknya. Begitulah siklus sosial media ABG di negara +62 ini. Narsis-narsisan gak jelas dan gila hunting-huntingan spot foto yang bagus dengan kamera rental dari uang tipu-tipu. Dari tipu-tipu orangtua maupun pacar.

Lalu ada yang merasa sok yes dan nge gas di grup hanya untuk mencari perhatian dengan sensasi sok garang. Nyari lawan seakan punya ilmu kanuragan yang menyamai level Kian Santang atau Patih Gajah Mada. Ah sudahlah dek Kamu masih terlalu ugal-ugalan dengan kata-kata dan penuh drama. Atau jangan-jangan ini pengaruh laten dari sinetron yang tayang di televisi nasional Indonesia yang banyak digandrungi ABG Milenial Indonesia? Atau pengaruh keimut-imutan generasi pecinta drakor?

Lalu siapakah yang bisa disalahkan dan bertanggung jawab atas fenomenal serba micin ABG Indonesia ini? Apakah orangtua, Guru arau teman sepermainan mereka? Oke, tidak perlu mencari kambing hitam dari permasalahan ini. Suatu yang pantas dan wajib dilakukan adalah apa solusi yang tepat, benar dan mumpuni untuk mengatasi masalah ini?

Ketika pertanyaan ini timbul Saya jadi teringat dengan ungkapan yang menyebutkan bahwa :
"Bahwa tidak ada yang bisa menghancurkan diri sendiri selain diri itu sendiri"
Ungkapan ini adalah ungkapan lama yang sebenarnya masih relevan dengan segala hal yang ada pada zaman sekarang. Karena sejatinya memang tidak ada yang mampu merusak diri itu sendiri selain diri sendiri. Pengaruh lingkungan itu hanyalah faktor penyebab dan pendorong hancurnya diri itu sendiri. Dia hanya masuk dan merasuki pikiran hingga menjelma pada tingkah dan polah.

Tayangan televisi, kebiasaan Media Sosial hanyalah framing yang mengerikan yang kemudian justru berpengaruh pada pola pikir dan kelakuan remaja. Disinilah peran kuatnya pembangunan karakter. Makin kuat karakter yang dibangun maka akan kuat juga tameng yang ada dalam diri anak tersebut.

Analoginya anak tersebut seperti memiliki dasar atau pondasi yang kuat yang dibangun untuk tetap berdiri kokoh saat rintangan, godaan dan cobaan yang datang dari luar. Semakin kuat dan kokoh pondasi yang di bangun maka akan semakin kuat daya tahan ABG tesebut.

Inilah 3 Pondasi Wajib Untuk Anak ABG Milenial Agar Tidak Terjebak Kejahatan Dunia Maya

Nah pertanyaan selanjutnya adalah Apakah bahan dasar untuk membangun pondasi yang kuat bagi Anak dan ABG tersebut? Apakah yang harus ditanamkan pada Anak usia dini agar mereka memilik i daya tahan akan godaan alayers di luar sana.

1. Perteguh Pondasi Keimanan ABG

Hal pertama atau bahan dasar utama yang bisa Anda tanamkan pada Anak Anda adalah Pondasi keimanan. Pondasi keimanan ini harus Anda taburkan saat sebelum benih ini disebar. Artinya jika diibaratkan dengan pengolah sawah dan padi. Maka Pondasi keimanan ini seperti tanah tempat pesemaian yang telah Anda beri nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang benih di tanah pesemaian.

Kasarnya adalah jika Anda ingin benih yang baik dan punya daya tahan yang kokoh terhadap tantangan di zaman milenials ini. Anda harus memulai pmengokohkan pondasi keimanan dari diri Anda sendiri selaku orangtua. Kelakuan yang baik, Mata pencarian yang halal akan mendukung terbangunnya pondasi Iman yang kuat di dalam keluarga Anda.

Ada pertanyaan yang menyatakan, Saya telah menjadi orangtua dari duoa orang anak. Opps jangan salah tidak ada kata terlambat untuk membangun pondasi dasar ini. Hanya dibutuhkan kemauan dan tekad Anda untuk mau memulainya lagi dan lagi.

2. Ajarkan Interaksi Sosial Bukan Media Sosial

Ajarkan untuk berinteraksi secara sosial bukan Media Sosial. Artinya adalah jika Anda tidak bisa meninggalkan interaksi media sosial bagi anak Anda secara utuh atau seratus persen. Maka hal yang harus dan paling minimal yang harus di aplikasikan adalah Anda bagi kedua kegiatan tersebut menjadi fifty fifty.

Maksudnya di sini adalah menyeimbangkan dua kegiatan tersebut. Suruh mereka bermain di luar di lingkungan yang baik dan kenalkan mereka dengan masyarakat sekitar. Minimalnya adalah kenalkan mereka dengan karib kerabatnya. Lakukan kunjungan atau hanya sekedar bercengkrama dengan kerabat. Ajarkan mereka untuk berinteraksi yang baik dengan kerabat.

Salah satu contoh mudah adalah suruh mereka buah hati Anda untuk mengantarkan makanan atau meminjam sesuatu apa saja. Ajarkan mereka cara meminjam yang baik, car membaca salam dan bertamu yang baik. Ajarkan mereka cara menerima dan memberikan sesuatu dengan cara yang baik misalnya memberikan dan menerima sesuatu dengan tangan kanan. Sebagai orang timur ajarkan mereka untuk menggunakan bahasa dan kata sapaan yang pas dan sesuai umur mereka.

Anda sebagai orangtua lakukanlan minimalisir penggunaan kata perintah, bahasa kasar atau bahasa makian lainnya. Hal ini dapat menjadi pondasi dasar untuk anka Anda di kemudian hari. Jangan hanya melarang tapi mulailah dari diri Anda sebagai orangtua.

3. Ajarkan Cara Bermedia Sosial yang Baik dan Benar

Jika Anak Anda sudah remaja dan terlanjur berinteraksi di media sosial. Ajarkanlah mereka cara bermedia sosial yang baik dan benar. Ajarkan meraka untuk bijak dalam media sosial. Sebagai contoh Anda bisa menjelaskan secara halus apa saja yang harus dan tidak seharusnya di upload di media sosial.

Dalam beberapa kasus ajarkan mereka untuk tidak menceritakan hal pribadi di media sosial. Ajarkan mereka untuk tidak mengupload foto tak wajar dan tak pantas di media sosial. Dan jelaskan kepada mereka untuk tidak mengumbar kehidupan pribadi termasuk masalah percintaan mereka di media sosial.

Menahan diri untuk tidak mengungkapkan masalah percintaan pada ABG dalam masa puber sangatlah sulit. Kesulitan inilah bisa dimanfaatkan oleh orang-orang aneh yang memiliki kepribadian aneh terutama mereka yang biasa di kenal dengan predator anak.

Jika perlu buat perjanjian jika Anda membolehkan mereka membuat Akun sosial tapi atas pengawasan Anda. Anda bisa meminta sandi akun sosial mereka dan buat kesepakatan bahwa Anda bisa mengakses akun sosial mereka secara berkala untuk melakukan pengawasan.

Nah itulah cara yang bisa Anda terapkan kepada Anak kesayangan anda agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini wajib Anda lakukan sebagai orangtua yang baik dan bijak. Tentu saja sebagai orangtua Anda tidak akan mau anak Anda menjadi mangsa dari predator anak yang berseliweran di dunia maya zaman Milenial ini.

Memantau akun sosial anak Anda juga bisa sebagai bahan acuan Anda untuk meneliti perkembangan mental Anak Anda. Jika Anak Anda memiliki potensi denganprilaku menyimpang maka Anda bisa mendeteksi lebih dini untuk melakukan pencegahan lebih awal.

Sebagai info banyak ABG pria di bawah umur zaman milenial yang menjadi incaran pedofil dan predator anak serta target utama kaun Gay. Begitu juga sebaliknya banyak anak pria yang menjadi incaran perempuan dewasa untuk dijadikan objek pelampiasan sexual di dunia maya.

Tidak jauh berbeda banyak Anak perempuan yang justru terjebak rayuan manis pria-pria aneh di dunia maya. Jadi tunggu apalagi, segera lakukan pebangunan karakter dan kokohkan pondasi pada anak Anda agar tidak terlarut dalam kejamnya dunia di media sosial. Ayok share jika info ini layak diketahui oleh orangtua lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar