Skip to main content
Uncchu

follow us

Maafkan Aku yang Selalu Menunggumu Rindu - Sebuah Puisi di Blog Uncchu

Maafkan Aku yang Selalu Menunggumu Rindu - Sebuah Puisi di Blog Uncchu -- Beberapa kali nyari ide di forum tapi sampai puisi ini di turunkan Saya belum juga menemukan ide yang tepat untuk di tulis di blog ini, di blog uncchu ini. Daripada pusing Saya putuskan untuk menulis beberapa larik puisi. Seperti biasa Saya akan selalu menulis dulu bait puisi dan sering lupa untuk memberi judul yang tepat dan benar.

Saya bingung dan sepertinya harus banyak belajar lagi tentang kepenulisan. Karena saya sering mentok ketika mencari ide dan tema atau topik yang pas untuk di bahas di blog uncchu.com ini. Hal yang terbaik yang bisa Saya lakukan ketika semua ide dan mood menulis Saya mentok adalah dengan menulis puisi.

Umumnya puisi yang Saya tulis adalah tentang kehidupan terutama kehidupan saya sendiri. Kehidupan Saya yang sering diungkapkan dalam puisi ini umumnya urusan hati. Saya selalu berantakan disaat membahas dan menceritakan tentang hati. Kalau Anda tidak percaya, silahkan cek dengan keyword hati di kolom pencarian yang disediakan di blog Uncchu ini.

Entah kenapa sampai saat ini saya masih belum bisa menulis sedikitpun tentang hati dengan benar. Saya selalu terbawa perasaan dan baper berat ketika bicara masalah hati. entah karena kegagalan yang sering Saya alami atau entah karena Saya yang lebih memilih untuk menutup pintu hati. Tidak ada alasan yang tepat, Hanya saja saya mencoba untuk memendamnya dalam dan sedalam-dalamnya dan tentu saja Saya lakukan dengan sebisanya.


Ah sudahlah jika Saya teruskan berceritanya maka blog uncchu ini akan jadi tempat curhat Saya. Bisa-bisa say di Kick jadi penulis tamu oleh owner uncchu. Nah jika ini terjadi makin bertambahlah galau yang Saya alami. Dan tentu saja Saya harus menjaga kepercayaan yang dibangunkan oleh owner uncchu kepada saya. Kenapa tidak, Saya diberikan akses full ke blog uncchu, Mulai dari theme, menu dan lain hal yang Saya sendiri tidak terlalu mengerti. Bahkan beberapa kali saya menrusah tampilan AMP blog uncchu serta membuatnya tidak valid saat di tes.

Tapi dengan Ramah owner uncchu memberikan arahan dan membetulkan kesalahan yang Saya buat. Beberapa kali dan mungkin telah berkali-kali. Tidak sadar ternyata sudah 4 paragraf yang saya buat khusus untuk curhat di sini. Mari kita mulai menulis puisi yang saya janjikan tadi. Sekali lagi saya bukan profesional jadi mohon masukan dan kritiknya. Baik berupa uang tunai maupun transfer hahaha.

Maafkan Aku yang Selalu Menunggumu Rindu - Sebuah Puisi di Blog Uncchu

Rindu
Kamu Tahu betapa Aku merindu 
Jika tahu, mohon mengertilah Rinduku
Karena Aku sudahlah tak tahan akan Rinduku

Rindu
Kumohon sedikit belasmu
Untuk wujudkan sebuah kehangatan
Dari peluk yang Kau persembahkan

Rindu
Jangan cepat berlalu
Tetap tinggal dan teruslah selalu
Beri pelukan yang penuh haru

Rindu
Kumohon pahami sedkit rasaku
Rasaaku yang selalu padamu
Meski garis lurus Aku membatu

Rindu
Dan tetap padamu selalu
Ku mohon wujudkan bayang semu
Dari ragamu yang Aku Rindu

Rindu 
Jangan katakan ini salah
Meski sebenarnya salah
Tapi Aku mohon, Ini hanya Rindu

Rindu
Jangan Kau pandang salah Rindu
Karena Akuuu pernah letakkan Bibirku
Tepat di bibirmu yang kaku

Rindu
Jangan ingat lagi salah itu
Meski Aku sengaja menciummu
Tapi mohon jangan menolak rinduku

Rindu
Ini Aku yang bertahun lalu
Tapi tetap saja berharap padamu
Meski Kau akan tetap bayang semu

Rindu
Jika ini memang tak pantas untukmu
Kumohon tetaplah seperti dulu
Tak pernah ada ragu menceramahiku

Rindu
Meski tak pantas untukmu
Maafkan Aku yang selalu menunggu
Ada pelukan sadar darimu

Rindu
Maafkan aku
Salahi saja aku
Tapi jangan pernah jauhi Aku

Rindu
Rindu
Rindu
Aku Rindu padamu Rindu

Nah menurut Anda apakah yang cocok judul dari puisi di atas? Berikan komentar terbaik Kalian di bawah ya. 

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar