Skip to main content
Uncchu

follow us

Pengertian kanker Otak, Gejala Kanker Otak dan Jenis Kanker Otak

Anda sedang mencari defenisi kanker otak, pengertian pengertian kanker otak, tipe kanker otak, gejala kanker otak, apa yang harus anda lakukan dan pencegahan kanker otak?

Di sini adalah beberapa artikel yang menjelaskan defenisi, pengertian, pencegahan dan gejala dari kanker otak.

Defenisi dan pengertian serta gejala dan pengobatan dari kanker otak yang dipaparkan dalam artikel ini adalah rangkuman dari beberapa sumber dan bukan merupakan nasehat professional.

Jadi berkonsultasi dengan dokter secara langsung adalah tindakan tepat yang disarankan. Silahkan simak artikel tentang Kanker otak berikut.

Definisi dan pengertian dari Kanker otak


Apa itu kanker otak? defenisi dan pengertian dari Kanker otak adalah kondisi di mana tumbuhnya tumor ganas di otak. Penyakit ini dibagi menjadi dua tipe.

Terdiri dari kanker otak primer (terhitung terjadi sebanyak 75 persen dari seluruh kasus tumor otak) yang and datang dari otak, dan kanker otak sekunder (25 persen dari seluruh kasus kanker otak) yang muncul dari bagian tubuh lain dan menyebar sampai ke otak.

Namun secara umum Sekitar 40 persen kanker otak diawali dari penyangga neuron yaitu sel tumor Glial. Sel U glial termasuk juga tumor astrocytes, tumor glia primer, oligodendrocytes glioma, meningioma ventricular, dan medulloblastoma.

Sedangkan pada Tipe kanker otak sekunder biasanya disebabkan oleh penyebaran dari kanker lain, seperti kanker payudara, paru-paru, ginjal, usus besar, dan melanoma pada kulit.

Kanker otak adalah kondisi yang tidak dapat dihindari tapi sebagian besar dapat ditangani jika terdeteksi sejak awal.

Lalu Seberapa seringkah kemungkinan kanker otak terjadi?


Pada banyak kasus yang ditemui dalam dunia medis dan kesehatan. Kanker otak sekunder lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Sedangkan kasus pada Kanker otak primer bisa menyerang siapa saja tapi lebih sering untuk anak usia di bawah 15 tahun dan orang-orang usia paruh baya.

Apa saja gejala dan tanda - tanda dari kanker otak?


Berdasarkan keumuman yang terjadi pada kasus kanker otak. Tanda-tanda dan gejala kanker otak adalah sebagai berikut.

Sakit kepala berkepanjangan adalah gejala umum kanker otak karena tumor tumbuh menekan tengkorak. Sakit kepala biasanya terjadi di pagi hari setelah bangun dan semakin sakit ketika batuk dan bersin.

Gejala lain tergantung pada lokasi tumor, tetapi juga bisa mengakibatkan perubahan kebiasaan Anda sehari-hari.

Untuk lebih jelasnya Berikut merupakan gejala kanker otak yang dapat disimpulkan:

Sakit kepala, terutama di pagi hari. Sakit kepala bisa terasa ringan atau bahkan terasa berat

Kelemahan otot yang sering terjadi di salah satu sisi tubuh

Parestesi, tubuh seperti merasa seperti ditusuk jarum dan kesemuran

Tubuh sulit untuk seimbang dan koordinasi pada gerakan tubuh berantakan

Kesulitan berjalan, lengan dan kaki kadang juga menjadi lemah

Kejang
Gejala dan tanda-tanda kanker otak lainnya yang mungkin bisa terjadi termasuk:

Perubahan status mental. Ini bisa berupa perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, bahkan kebingungan tanpa sebab

Merasakan mual dan muntah terutama di pagi hari dengan yang bisa disebabkan oleh vertigo

Kelainan dalam penglihatan (misalnya, penglihatan ganda, penglihatan kabur, hilangnya penglihatan tepi)

Kesulitan berbicara ( yang diakibatkan oleh gangguan suara)

Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional. Misalnya, sulit atau mengalami ketidakmampuan untuk berbicara yang diikuti dengan tidak paham dengan apa yang lawan bicaranya katakan.

Pada banyak orang, gejala-gejala di atas mungkin diabaikan karena gejala tidak berlangsung signifikan. Gejala kanker otak bisa tumbuh dan berjalan lama, namun kadang-kadang, gejala-gejala ini juga bisa muncul lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, orang mungkin mengira gejala kanker otak yang dialami adalah kondisi stroke, padahal bukan. Pada beberapa pasien, gejalanya mungkin lebih jelas, terutama jika kanker terletak di lobus otak tertentu, yang biasanya bertanggung jawab untuk fungsi tubuh.

Gejala-gejala lain mungkin tidak disebutkan di atas. Jika mengalami pusing yang berkelanjutan, terkadang disertai kejang-kejang, atau gejala lain yang disebutkan di atas.

Gejala dan tanda yang dialami dapat bervariasi pada tiap orang. Diskusikan dengan dokter tentang metode diagnosis yang disepakati, penanganan, dan tentunya pengobatan terbaik.

Lalu apakah penyebab kanker otak?


Apa penyebab kanker otak? Berdasarkan defenisinya tadi, Kanker otak adalah kondisi yang tidak dapat disimpulkan secara pasti. Pasien bisa tahu apakah mereka mengalami kondisi ini hanya melalui gejala dan diagnosa yang tepat dari dokter.

Para periset menemukan beberapa perubahan yang terjadi pada sel otak normal bisa menyebabkan mereka membentuk tumor dan berakhir menjadi otak.

Tumor otak primer muncul dari banyak jenis jaringan otak (misalnya sel glia, astrocyte, dan jenis sel otak lainnya). Sementara kanker otak metastatik disebabkan oleh penyebaran sel kanker dari organ tubuh ke otak.

Namun, penyebab perubahan dari sel normal ke sel kanker pada tumor otak metastatik dan primer tidak sepenuhnya dipahami. Data yang dikumpulkan oleh para ilmuwan penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan faktor risiko tertentu lebih mungkin berisiko kanker di otak.

Namun berdasarkan laporan beberapa majalah dan situs kesehatan terkemuka seperti medicine.net orang yang bekerja atau berada lama di lingkungan seperti di kilang atau pengeboran minyak, penangan bahan bakar, bahan kimia, ahli kimia, pembalsem, atau pekerja industri karet, berisiko lebih tinggi terkena kanker otak daripada masyarakat yang bekerja di lingkungan selain tersebut.

Selain itu, risiko keturunan seperti anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker di otak juga dapat memengaruhi.

Namun, faktor keturunan (peralihan genetik sifat dari orang tua ke anak-anak) sebagai penyebab tumor otak belum terbukti.

Sementara faktor risiko lain seperti merokok, paparan radiasi, dan infeksi virus (HIV) telah banyak diduga menjadi penyebabnya, akan tetapi tidak terbukti menyebabkan kanker di otak.

Sampai saat ini belum ada bukti yang baik bahwa kanker di otak menular lewat trauma di kepala atau disebabkan oleh penggunaan telepon seluler.

Pernyataan aspartam atau pemanis buatan bisa menyebabkan kanker otak pun juga belum terbukti.

Bahkan, FDA atau setara dengan BPOM di Amerika berpendapat bahwa itu tidak menyebabkan kanker di otak.

Tahap perkembangan Stadium Kanker otak


Tahap perkembangan stadium kanker, Pertumbuhan dan gejala kanker otak bervariasi, tergantung stadium perkembangan kankernya. Sel-sel dalam tumor yang tumbuh cepat dan agresif biasanya jika dilihat di pada mikroskop terlihat abnormal.

The National Cancer Institute (NCI) menggunakan sistem stadium penilaian untuk mengklasifikasikan tumor ganas. Berikut stadiumnya:

Stadium I: Jaringan kanker di otak masih jinak. Sel-sel terlihat hampir seperti sel-sel otak normal, dan pertumbuhan selnya cenderung lambat.

Stadium II: Jaringan kanker sudah mulai ganas. Sel-sel kanker mulai terlihat tidak normal, tidak seperti sel kanker stadium 1.

Stadium III: Jaringan kanker yang ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel normal. Sel-sel abnormal ini disebut sebagai anaplasik dan mulai tumbuh secara aktif di stadium ini.

Stadium IV: Jaringan kanker ganas mulai menunjukkan sel-sel abnormal yang jelas dan tumbuh agresif atau sangat cepat.

Untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan tumor di otak, dokter fokus pada karakteristik tumor dan efeknya pada fungsi otak.

Faktor utama yang digunakan untuk menilai tumor otak meliputi:

Ukuran dan lokasi tumor atau kanker di otak

Jenis atau jaringan atau sel apa yang memengaruhi otak

Resectability (kemungkinan dari seberapa besar tumor dapat dihilangkan lewat operasi kanker)

Seberapa menyebar nya sel kanker di otak atau sumsum tulang belakang

Kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian luar otak atau tidak

Dokter nantinya juga akan mempertimbangkan usia pasien serta gejala-gejala kanker di otak.
Pasien juga akan dilihat, seberapa besar fungsi-fungsi dasar, seperti ucapan, pendengaran atau gerakan terganggu atau berubah akibat sel kanker pada otak.

Menentukan stadium kanker di otak, caranya cukup jauh berbeda dari penentuan stadium kanker lain di dalam tubuh.

Kanker di paru-paru, usus besar, dan payudara dipetakan berdasarkan lokasi di dalam tubuh, ukuran, keterlibatan kelenjar getah bening, dan kemungkinan penyebaran.
Sedangkan tumor ganas di otak dinilai berdasarkan seberapa agresif (ganas) sel-sel tumor muncul di bawah mikroskop.

Tingkat dan kemampuan berkembang tumor juga akan membantu dokter atau ahli membuat keputusan pengobatan.
Pembedahan tergantung pada kondisi tumor seperti dimana lokasinya, seberapa besar atau kecil ukurannya, seberapa luas penyebaran sel kanker dan pastinya melihat kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan (termasuk riwayat medis).

Jenis tumor otak yang sering terjadi


Meskipun terdapat jenis yang sangat banyak, beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi dibandingkan jenis tumor otak lainnya, hal tersebut di antaranya:

1. Tumor otak glioma


Jenis tumor otak ini paling sering terjadi dan memiliki empat level keganasan (grade). Sel glia terdapat pada berbagai bagian otak, itulah sebabnya glioma memiliki beberapa sub-tipe utama, yaitu:

Astrositoma – merupakan jenis tumor otak memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Paling sering ditemukan pada anak-anak dengan keganasan rendah, namun jika terjadi pada orang dewasa dan lansia memiliki keganasan yang lebih tinggi. Astrositoma pada grade IV atau dengan keganasan paling tinggi dikenal juga dengan nama glioblastoma.

Oligodendroglioma – tumor otak yang biasanya terjadi pada otak besar sisi depan dan pinggir, yang mengganggu pembentukan selaput myelin yang berfungsi dalam menghantarkan impuls pada sel saraf. Sebagian besar ditemukan pada usia dewasa, namun anak-anak juga dapat mengalaminya. Memiliki asosiasi dengan kelainan kromosom.

Ependymoma – dapat berasal dari bagian otak yang mengandung cairan otak di beberapa bagian dari tulang belakang. Ditemukan pada usia remaja dan anak-anak dengan tingkat keganasan yang bervariasi namun dapat berubah. Ependymoma dapat menyebar ke bagian sistem saraf pusat lainnya melalui sirkulasi cairan otak.

Pengangkatan segera diperlukan untuk menghindari pembesaran kepala akibat berisi cairan (hidrosefalus).

Glioma batang otak – hampir sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak usia di bawah 10 tahun, namun ada kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa. Tumor ini menyerang bagian bawah otak dan dapat terjadi dengan tingkat keganasan rendah hingga tinggi.

Glioma saraf optik – sebagian besar ditemukan pada bayi namun bisa juga dialami orang dewasa. DItandai dengan pertumbuhan tumor di sekitar saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Jika tidak ditangani maka dapat menyebabkan kebutaan progresif.

Glioma campuran – Jenis glioma yang tidak spesifik di mana asalnya dan merupakan campuran dari beberapa jenis glioma dengan tingkat keganasan yang cenderung tinggi.

Gejala tumor otak glioma


Gejala yang ditimbulkan oleh tumor otak glioma di antaranya kejang, sakit kepala, perubahan perilaku, perubahan kemampuan kognitif dan/atau mengalami kesulitan berjalan atau kelumpuhan.

2. Meningioma


Meningioma adalah jenis tumor otak yang lebih sering terjadi pada orang dewasa dan jenis kelamin perempuan. Tumor ini menyerang jaringan selaput otak pada otak kecil dan otak besar dengan tingkat keganasan namun dapat meningkat. Jika sudah berkembang menjadi ganas pada grade ke-III maka dapat menyebar dengan cepat dan akan lebih sulit dihilangkan tanpa terapi dan pembedahan.

Gejala tumor otak meningioma


Meningioma dapat menimbulkan gejala muntah-muntah, kejang, gangguan penglihatan dan gangguan perilaku, serta penyebaran tumor dapat terjadi hingga ke wajah dan tulang belakang.

3. Adenoma pituitari


Adenoma pituitari adalah tumor yang tumbuh pada permukan kelenjar pitutari, suatu kelenjar yang berperan dalam mengatur aktivitas kelenjar tiroid dan hormon seks. Jenis tumor ini biasanya ditemukan pada orang dewasa, dan memiliki tingkat keganasan yang rendah.

Gejala adenoma pituitari


Gejala yang ditimbulkan bergantung dengan aktivitas tumor yang dapat meningkatkan sekresi hormone pitutari atau menghentikan sekresi.

Penderita tumor biasanya mengalami sakit kepala dan gangguan pengelihatan yang diakibatkan tekanan dari tumor, mual dan muntah-muntah, perubahan kognitif, berhenti menstruasi, timbul rambut abnormal pada perempuan, keluar cairan dari payudara, impotensi pada pria, serta kenaikan berat badan dan pertumbuhan tangan dan kaki yang tidak wajar.

4. Tumor neuroma


Dikenal juga dengan schwannoma yang termasuk neuroma pada sel penghubung seperti tulang belakang ataupun pada indera (neuroma akustik). Tumor dapat berasal dari pelindung serat saraf, baik di dalam tengkorak maupun pada tulang belakang.

Meskipun pertumbuhan lambat dan cenderung tidak menyebar, jenis tumor ini dapat tumbuh kembali tanpa tindakan pembedahan.

Gejala tumor neuroma


Tumor ini menyebabkan gangguan saraf yang terkena tumor, sehingga penderita mengalami gangguan fungsi indera atau gangguan keseimbangan.

5. Limfoma sistem saraf pusat


Tumor yang terjadi sistem limfatik yang terdiri dari nodus limfa. Limfa berperan untuk menghasilkan cairan limfosit sebagai pertahanan terhadap penyakit dan infeksi.

Jenis tumor ini sangat ganas, adanya jenis tumor merupakan pertanda pertumbuhan tumor lainnya pada otak. Biasanya terjadi pada lansia dan lebih banyak dialami oleh pria.

Gejala limfoma saraf pusat


Gejala yang ditimbulkan seperti kelumpuhan, gangguan pengelihatan, kejang, dan gangguan perilaku.

6. Craniopharyngioma


Terjadi pada area otak yang berdekatan dengan mata atau sekitar bagian bawah otak yang berdekatan dengan kelenjar pitutari.

Biasa terjadi pada anak-anak dan lansia dan ditemukan dengan keganasan rendah.

Gejala craniopharyngioma


Gejala yang ditimbulkan seperti gangguan penglihatan, sakit kepala dan gangguan pertumbuhan pada anak.

7. Tumor kelenjar pineal


Lebih banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Jenis tumor ini bermula pada kelenjar pineal yang berdekatan dengan pusat otak dengan tingkat keganasan yang bervariasi. Tumor yang ganas berpotensi menyebar ke tulang belakang dan mengganggu sekresi hormone melatonin yang mengatur siklus terjaga dan tertidur.

Gejala tumor kelenjar pineal


Gejala utamanya yaitu kelelahan, sakit kepala, lemas, kesulitan mengingat, dan berpotensi menyebabkan hidrosefalus.


8. Tumor otak metastasis


Dialami oleh lansia yang mengalami kanker. Tumor tersebut berasal dari kanker primer yang berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama paru, payudara, kolon, ginjal, ataupun kulit.

Sebagian besar penyebaran dapat menyerang otak besar namun juga berpotensi menyerang otak kecil dan batang otak.

Gejala tumor otak metastasis


Keluhan seperti sakit kepala, kejang dan penurunan koordinasi dapat dialami oleh penderitanya.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Kanker atau Tumor Otak, Artikel ini disarikan dari beberapa sumber, Untuk mengetahui sumber dari artikel ini silahkan klik Sumber. Tautan akan mengarah ke sumber bacaan dari artikel yang berjudul Pengertian kanker Otak, Gejala Kanker Otak dan Jenis Kanker Otak.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar